keiko

Tuesday, September 28, 2010

sejarah perkembangan komputer, bahasa penghantar dan jenis-jenis

1.0 Pengenalan
Komputer adalah serangkaian ataupun sekelompok mesin elektronik yang terdiri dari ribuan bahkan jutaan komponen yang dapat saling bekerja sama, serta membentuk sebuah sistem kerja yang rapi dan teliti. Sistem ini kemudian dapat digunakan untuk melaksanakan serangkaian pekerjaan secara otomatis, berdasar urutan instruksi ataupun program yang diberikan kepadanya. Istilah mengenai sekelompok mesin ataupun istilah mengenai jutaan komponen kemudian dikenal sebagai Hardware Computer atau perangkat keras komputer. Hardware komputer juga dapat diartikan sebagai peralatan fisik dari komputer itu sendiri. Peralatan yang secara fisik dapat dilihat, dipegang ataupun dipindahkan.

Dalam hal ini, komputer tidak mungkin bisa bekerja tanpa adanya program yang telah dimasukkan kedalamnya. Program ini bisa berupa suatu prosedur pengoperasian dari komputer itu sendiri ataupun pelbagai prosedur dalam hal pemrosesan data yang telah ditetapkan sebelumnya. Dan program-program inilah yang kemudian disebut sebagai Software Computer atau perangkat lunak komputer.

Secara prinsip, komputer hanyalah merupakan sebuah alat yang bisa digunakan untuk membantu manusia dalam menyelesaikan pekerjaannya. Pengertian manusia kemudian dikenal dengan istilah brainware atau perangkat manusia. Konsep hardware-software-brainware adalah merupakan konsep tri-tunggal yang tidak bisa dipisahkan satu dengan lainnya.
Sistem Komputer, adalah alat elektronik yang pada mulanya dirancang untuk aktifitas komputasi yang bertujuan membantu kerja manusia. Namun pada saat ini penggunaan komputer telah berkembang tidak hanya untuk proses komputasi tetapi sudah mencakup pada manipulasi, simulasi, animasi, dan komunikasi informasi termasuk network dan Internet.
Seperti perangkat elektronik, komputer merupakan sistem IPO (Input Proccess and Output), sehingga memerlukan masukan untuk diolah yaitu berupa data dan akan menghasilkan suatu keluaran yaitu informasi.

kriteria yang dijadikan dasar untuk mengklasifikasikan Komputer adalah berdasarkan spesifikasi komputer itu sendiri, antara lain ;
1. Arsitektur
2. Proccessor
3. Memory RAM
4. Hardisk
5. Bentuk dan ukuran
6. Aksesoris penunjang
Arsitektur Komputer mengacu pada rancangan internal dari rangkaian komputer. Termasuk di dalamnya jumlah dan tipe komponen yang menampilkan kemampuan komputasi, Arsitektur komputer sangat tergantung pada kegunaan komputer itu sendiri. Kecepatan Proccessor diukur dari jumlah intruksi yang dapat diproses oleh komputer setiap detiknya.

2.0 SEJARAH PERKEMBANGAN KOMPUTER
Berdasarkan perkembangan teknologi komputer, maka perkembangannya dapat kita begi menjadi 2 bagian yaitu :
a. Sebelum tahun 1940.
b. Setelah tahun 1940.
Sejak dahulu kala, proses pengolahan data telah dilakukan oleh manusia. Manusia juga menemukan alat-alat mekanik dan elektronik untuk membantu manusia dalam penghitungan dan pengolahan data supaya bisa mendapatkan hasil lebih cepat.
Komputer yang kita temui saat ini adalah suatu evolusi panjang dari penemuanpenemuan manusia sejah dahulu kala berupa alat mekanik maupun elektronik. Saat ini komputer dan piranti pendukungnya telah masuk dalam setiap aspek kehidupan dan pekerjaan. Komputer yang ada sekarang memiliki kemampuan yang lebih dari sekedar perhitungan matematik biasa. Diantaranya adalah sistem komputer di kassa supermarket yang mampu membaca kode barang belanjaan, sentral telepon yang menangani jutaan panggilan dan komunikasi, jaringan komputer dan internet yang menghubungkan berbagai tempat di dunia. Bagaimanapun juga alat pengolah data dari sejak jaman purba sampai saat ini bisa kita golongkan ke dalam 4 golongan besar.
1. Peralatan manual: yaitu peralatan pengolahan data yang sangat sederhana, dan faktor terpenting dalam pemakaian alat adalah menggunakan tenaga tangan manusia
2. Peralatan Mekanik: yaitu peralatan yang sudah berbentuk mekanik yang digerakkan dengan tangan secara manual
3. Peralatan Mekanik Elektronik: Peralatan mekanik yang digerakkan oleh secara otomatis oleh motor elektronik
4. Peralatan Elektronik: Peralatan yang bekerjanya secara elektronik penuh
Beberapa peralatan yang telah digunakan sebagai alat hitung sebelum ditemukannya komputer :
Abacus.

Muncul sekitar 5000 tahun yang lalu di Asia kecil dan masih digunakan di beberapa tempat hingga saat ini, dapat dianggap sebagai awal mula mesin komputasi. Alat ini memungkinkan penggunanya untuk melakukan perhitungan menggunakan biji-bijian geser yang diatur pada sebuh rak. Para pedagang di masa itu menggunakan abacus untuk menghitung transaksi perdagangan. Seiring dengan munculnya pensil dan kertas, terutama di Eropa, Abacus kehilangan popularitasnya.

2.1.2 Kalkulator roda numerik
Setelah hampir 12 abad, muncul penemuan lain dalam hal mesin komputasi. Pada tahun 1642, Blaise Pascal (1623-1662), yang pada waktu itu berumur 18 tahun, menemukan apa yang ia sebut sebagai kalkulator roda numerik (numerical wheel calculator) untuk membantu ayahnya melakukan perhitungan pajak.

Kotak persegi kuningan ini yang dinamakan Pascaline, menggunakan delapan roda putar bergerigi untuk menjumlahkan bilangan hingga delapan digit. Alat ini merupakan alat penghitung bilangan berbasis sepuluh. Kelemahan alat ini adalah hanya terbataas untuk melakukan penjumlahan.
Kalkulator roda numerik 2
Tahun 1694, seorang matematikawan dan filsuf Jerman, Gottfred Wilhem von Leibniz (1646-1716) memperbaiki Pascaline dengan membuat mesin yang dapat mengalikan. Sama seperti pendahulunya, alat mekanik ini bekerja dengan menggunakan roda-roda gerigi. Dengan mempelajari catatan dan gambar-gambar yang dibuat oleh Pascal, Leibniz dapat menyempurnakan alatnya.
Kalkulator Mekanik.
Charles Xavier Thomas de Colmar menemukan mesin yang dapat melakukan empat fungsi aritmatik dasar. Kalkulator mekanik Colmar, arithometer, mempresentasikan pendekatan yang lebih praktis dalam kalkulasi karena alat tersebut dapat melakukan penjumlahan, pengurangan, perkalian, dan pembagian. Dengan kemampuannya, arithometer banyak dipergunakan hingga masa Perang Dunia I. Bersama-sama dengan Pascal dan Leibniz, Colmar membantu membangun era komputasi mekanikal.

Awal mula komputer yang sebenarnya dibentuk oleh seorang professor matematika Inggris, Charles Babbage (1791-1871). Tahun 1812, Babbage memperhatikan kesesuaian alam antara mesin mekanik dan matematika:mesin mekanik sangat baik dalam mengerjakan tugas yang sama berulangkali tanpa kesalahan; sedang matematika membutuhkan repetisi sederhana dari suatu langkah-langkah tertenu. Masalah tersebut kemudain berkembang hingga menempatkan mesin mekanik sebagai alat untuk menjawab kebutuhan mekanik. Usaha Babbage yang pertama untuk menjawab masalah ini muncul pada tahun 1822 ketika ia mengusulkan suatu mesin untuk melakukan perhitungan persamaan differensil. Mesin tersebut dinamakan Mesin Differensial. Dengan menggunakan tenaga uap, mesin tersebut dapat menyimpan program dan dapat melakukan kalkulasi serta mencetak hasilnya secara otomatis.

Setelah bekerja dengan Mesin Differensial selama sepuluh tahun, Babbage tiba-tiba terinspirasi untuk memulai membuat komputer general-purpose yang pertama, yang disebut Analytical Engine. Asisten Babbage, Augusta Ada King (1815-1842) memiliki peran penting dalam pembuatan mesin ini. Ia membantu merevisi rencana, mencari pendanaan dari pemerintah Inggris, dan mengkomunikasikan spesifikasi Anlytical Engine kepada publik. Selain itu, pemahaman Augusta yang baik tentang mesin ini memungkinkannya membuat instruksi untuk dimasukkan ke dlam mesin dan juga membuatnya menjadi programmer wanita yang pertama. Pada tahun 1980, Departemen Pertahanan Amerika Serikat menamakan sebuah bahasa pemrograman dengan nama ADA sebagai penghormatan kepadanya.

Pada 1889, Herman Hollerith (1860-1929) juga menerapkan prinsip kartu perforasi untuk melakukan penghitungan. Tugas pertamanya adalah menemukan cara yang lebih cepat untuk melakukan perhitungan bagi Biro Sensus Amerika Serikat. Sensus sebelumnya yang dilakukan di tahun 1880 membutuhkan waktu tujuh tahun untuk menyelesaikan perhitungan. Dengan berkembangnya populasi, Biro tersebut memperkirakan bahwa dibutuhkan waktu sepuluh tahun untuk menyelesaikan perhitungan sensus.

Pada masa berikutnya, beberapa insinyur membuat p enemuan baru lainnya. Vannevar Bush (1890-1974) membuat sebuah kalkulator untuk menyelesaikan persamaan differensial di tahun 1931. Mesin tersebut dapat menyelesaikan persamaan differensial kompleks yang selama ini dianggap rumit oleh kalangan akademisi. Mesin tersebut sangat besar dan berat karena ratusan gerigi dan poros yang dibutuhkan untuk melakukan perhitungan. Pada tahun 1903, John V. Atanasoff dan Clifford Berry mencoba membuat komputer elektrik yang menerapkan aljabar Boolean pada sirkuit elektrik. Pendekatan ini didasarkan pada hasil kerja George Boole (1815-1864) berupa sistem biner aljabar, yang menyatakan bahwa setiap persamaan matematik dapat dinyatakan sebagai benar atau salah. Dengan mengaplikasikan kondisi benar-salah ke dalam sirkuit listrik dalam bentuk terhubung-terputus, Atanasoff dan Berry membuat komputer elektrik pertama di tahun 1940. Namun proyek mereka terhenti karena kehilangan sumber pendanaan.

3.0.Komputer generasi pertama ( 1940-1959 ).
Komputer generasi pertama ini menggunakan tabung vakum untuk memproses dan menyimpan data. Ia menjadi cepat panas dan mudah terbakar, oleh karena itu
beribu-ribu tabung vakum diperlukan untuk menjalankan operasi keseluruhan komputer. Ia juga memerlukan banyak tenaga elektrik yang menyebabkan gangguan elektrik di kawasan sekitarnya.
Komputer generasi pertama ini 100% elektronik dan membantu para ahli dalam menyelesaikan masalah perhitungan dengan cepat dan tepat. Beberapa computer generasi pertama :

ENIAC (Electronic Numerical Integrator And Calculator )
dirancang oleh Dr John Mauchly dan Presper Eckert pada tahun 1946.

KOMPUTER ENIAC
Komputer generasi ini sudah mulai menyimpan data yang dikenal sebagai konsep
penyimpanan data (stored program concept) yang dikemukakan oleh John Von Neuman.

EDVAC komputer.

KOMPUTER EDVAC
Penggunaan tabung vakum juga telah dikurangi di dalam perancangan computer EDVAC (Electronic Discrete Variable Automatic Computer) di mana proses perhitungan menjadi lebih cepat dibandingkan ENIAC.

EDSAC COMPUTER
EDSAC (Electonic Delay Storage Automatic Calculator) memperkenalkan penggunaan raksa (merkuri) dalam tabung untuk menyimpan data.

KOMPUTER EDSAC
UNIVAC 1 Computer.
Pada tahun 1951 Dr Mauchly dan Eckert menciptakan UNIVAC 1 (Universal Automatic Calculator ) komputer pertama yang digunakan untuk memproses data
perdagangan.

4.0 Komputer generasi kedua ( 1959 - 1964 )
Pada tahun 1948, penemuan transistor sangat mempengaruhi perkembangan komputer. Transistor menggantikan tabung vakum di televisi, radio, dan komputer. Akibatnya, ukuran mesin-mesin elektrik berkurang drastis.

Transistor mulai digunakan di dalam komputer mulai pada tahun 1956. Penemuan lain yang berupa pengembangan memori inti-magnetik membantu pengembangan komputer generasi kedua yang lebih kecil, lebih cepat, lebih dapat diandalkan, dan lebih hemat energi dibanding para pendahulunya. Mesin pertama yang memanfaatkan teknologi baru ini adalah superkomputer.

IBM membuat superkomputer bernama Stretch, dan Sprery-Rand membuat komputer bernama LARC. Komputer-komputer ini, yang dikembangkan untuk laboratorium energi atom, dapat menangani data dalam jumlah yang besar. Mesin
tersebut sangat Mahal dan cenderung terlalu kompleks untuk kebutuhan komputasi bisnis, sehingga membatasi kepopulerannya. Hanya ada dua LARC yang pernah dipasang dan digunakan: satu di Lawrence Radiation Labs di Livermore, California, dan yang lainnya di US Navy Research and Development Center di Washington D.C.
Komputer generasi kedua Menggantikan bahasa mesin dengan bahasa assembly. Bahasa assembly adalah bahasa yang menggunakan singkatan-singakatan untuk menggantikan kode biner. Pada awal 1960-an, mulai bermunculan computer generasi kedua yang sukses di bidang bisnis, di universitas, dan di pemerintahan.
Komputer-komputer generasi kedua ini merupakan komputer yang sepenuhnya menggunakan transistor. Mereka juga memiliki komponen-komponen yang dapat diasosiasikan dengan komputer pada saat ini: printer, penyimpanan dalam disket, memory, sistem operasi, dan program.
KOMPUTER DEC PDP-8
Salah satu contoh penting komputer pada masa ini adalah IBM 1401 yang diterima secaa luas di kalangan industri. Pada tahun 1965, hampir seluruh bisnis-bisnis besar menggunakan komputer generasi kedua untuk memproses informasi keuangan. Program yang tersimpan di dalam komputer dan bahasa pemrograman yang ada di dalamnya memberikan fleksibilitas kepada komputer. Fleksibilitas ini meningkatkan kinerja dengan harga yang pantas bagi penggunaan bisnis. Dengan konsep ini, computer dapa tmencetak faktur pembelian konsumen dan kemudian menjalankan desain produk atau menghitung daftar gaji. Beberapa bahasa pemrograman mulai bermunculan pada saat itu. Bahasa pemrograman Common Business-Oriented Language (COBOL) dan Formula Translator (FORTRAN) mulai umum digunakan. Bahasa pemrograman ini menggantikan kode mesin yang rumit dengan kata-kata, kalimat, dan formula matematika yang lebih mudah dipahami oleh manusia. Hal ini memudahkan seseorang untuk memprogram dan mengatur komputer. Berbagai macam karir baru bermunculan (programmer, analyst, dan ahli sistem komputer). Industri piranti lunak juga mulai bermunculan dan berkembang pada masa komputer generasi kedua ini.

5.0 Komputer generasi ketiga ( 1964 - awal 80an )
Walaupun transistor dalam banyak hal mengungguli tube vakum, namun transistor menghasilkan panas yang cukup besar, yang dapat berpotensi merusak bagian-bagian internal komputer. Batu kuarsa (quartz rock) menghilangkan masalah ini. Jack Kilby, seorang insinyur di Texas Instrument, mengembangkan sirkuit terintegrasi (IC : integrated circuit) di tahun 1958. IC mengkombinasikan tiga komponen elektronik dalam sebuah piringan silikon kecil yang terbuat dari pasir kuarsa. Pada ilmuwan kemudian berhasil memasukkan lebih banyak komponen-komponen ke dalam suatu chip tunggal yang disebut semikonduktor. Hasilnya, komputer menjadi semakin kecil karena komponen-komponen dapat dipadatkan dalam chip. Kemajuan computer generasi ketiga lainnya adalah penggunaan sistem operasi (operating system) yang memungkinkan mesin untuk menjalankan berbagai program yang berbeda secara serentak dengan sebuah program utama yang memonitor dan mengkoordinasi memori komputer.





6.0 Komputer generasi keempat
Setelah IC, tujuan pengembangan menjadi lebih jelas: mengecilkan ukuran sirkuit dan komponenkomponen elektrik. Large Scale Integration (LSI) dapat memuat ratusan komponen dalam sebuah chip. Pada tahun 1980-an, Very Large Scale
Integration (VLSI) memuat ribuan komponen dalam sebuah chip tunggal.

Ultra-Large Scale Integration (ULSI) meningkatkan jumlah tersebut menjadi jutaan. Kemampuan untuk memasang sedemikian banyak komponen dalam suatu keping yang berukurang setengah keping uang logam mendorong turunnya harga dan ukuran komputer. Hal tersebut juga meningkatkan daya kerja, efisiensi dan keterandalan komputer. Chip Intel 4004 yang dibuat pada tahun 1971 membawa kemajuan pada IC dengan meletakkan seluruh komponen dari sebuah komputer (central processing unit, memori, dan kendali input/output) dalam sebuah chip yang sangat kecil. Sebelumnya, IC dibuat untuk mengerjakan suatu tugas tertentu yang spesifik.Sekarang, sebuah mikroprosesor dapat diproduksi dan kemudian diprogram untuk memenuhi seluruh kebutuhan yang diinginkan. Tidak lama kemudian, setiap perangkat rumah tangga seperti microwave oven, televisi, dn mobil dengan electronic fuel injection dilengkapi dengan mikroprosesor.
Perkembangan yang demikian memungkinkan orang-orang biasa untuk menggunakan komputer biasa. Komputer tidak lagi menjadi dominasi perusahaanperusahaan besar atau lembaga pemerintah. Pada pertengahan tahun 1970-an, perakit komputer menawarkan produk komputer mereka ke masyarakat umum. Komputer-komputer ini, yang disebut minikomputer, dijual dengan paket piranti lunak yang mudah digunakan oleh kalangan awam. Piranti lunak yang paling populer pada saat itu adalah program word processing dan spreadsheet. Pada awal 1980-an, video game seperti Atari 2600 menarik perhatian konsumen pada komputer rumahan yang lebih canggih dan dapat diprogram.


Pada tahun 1981, IBM memperkenalkan penggunaan Personal Computer (PC) untuk penggunaan di rumah, kantor, dan sekolah. Jumlah PC yang digunakan melonjak dari 2 juta unit di tahun 1981 menjadi 5,5 juta unit di tahun 1982. Sepuluh tahun kemudian, 65 juta PC digunakan. Komputer melanjutkan evolusinya menuju ukuran yang lebih kecil, dari komputer yang berada di atas meja (desktop computer) menjadi komputer yang dapat dimasukkan ke dalam tas (laptop), atau bahkan komputer yang dapat digenggam (palmtop). IBM PC bersaing dengan Apple Macintosh dalam memperebutkan pasar komputer. Apple Macintosh menjadi terkenal karena mempopulerkan sistem grafis pada komputernya, sementara saingannya masih menggunakan komputer yang berbasis teks. Macintosh juga mempopulerkan penggunaan piranti mouse.
Pada masa sekarang, kita mengenal perjalanan IBM compatible dengan pemakaian CPU: IBM PC/486, Pentium, Pentium II, Pentium III, Pentium IV (Serial dari CPU buatan Intel). Juga kita kenal AMD k6, Athlon, dsb. Ini semua masuk dalam golongan komputer generasi keempat. Seiring dengan menjamurnya penggunaan komputer di tempat kerja, cara-cara baru untuk menggali potensial terus dikembangkan. Seiring dengan bertambah kuatnya suatu komputer kecil, komputer-komputer tersebut dapat dihubungkan secara bersamaan dalam suatu jaringan untuk saling berbagi memori, piranti lunak, informasi, dan juga untuk dapat saling berkomunikasi satu dengan yang lainnya. Komputer jaringan memungkinkan komputer tunggal untuk membentuk kerjasama elektronik untuk menyelesaikan suatu proses tugas. Dengan menggunakan perkabelan langsung (disebut juga local area network, LAN), atau kabel telepon, jaringan ini dapat berkembang menjadi sangat besar.


7.0. Komputer generasi kelima ( masa depan )
Banyak kemajuan di bidang desain komputer dan teknologi semkain memungkinkan pembuatan komputer generasi kelima. Dua kemajuan rekayasa yang terutama adalah kemampuan pemrosesan paralel, yang akan menggantikan model non Neumann. Model non Neumann akan digantikan dengan sistem yang mampu mengkoordinasikan banyak CPU untuk bekerja secara serempak. Kemajuan lain adalah teknologi superkonduktor yang memungkinkan aliran elektrik tanpa ada hambatan apapun, yang nantinya dapat mempercepat kecepatan informasi.
Jepan adalah negara yang terkenal dalam sosialisasi jargon dan projek komputer generasi kelima. Lembaga ICOT (Institute for new Computer Technology) juga dibentuk untuk merealisasikannya. Banyak kabar yang menyatakan bahwa projek ini telah gagal, namun beberapa informasi lain bahwa keberhasilan proyek computer generasi kelima ini akan membawa perubahan baru paradigma komputerisasi di dunia. Kita tunggu informasi mana yang lebih valid dan membuahkan hasil.

8.0 Jenis Komputer

Berdasarkan Golongan

General-Purpose Computer -Komputer yang umum digunakan pada setiap hari, juga bisa disebut sebagai general-purpose computer, dimana bisa digunakan untuk menyelesaikan pelbagai variasi pekerjaan. Special-Purpose Computer digunakan untuk menyelesaikan pekerjaan ataupun aplikasi khusus Special-purpose pada awalnya merupakan general-purpose yang digunakan secara khusus dan disesuaikan dengan konfigurasi ataupun peralatan didalamnya yanng sudah dimodifikasi sedemikian rupa.





Berdasarkan Kapasitasnya

Komputer Mikro (Personal Computer) Pada awalnya, komputer jenis ini diciptakan untuk memenuhi kebutuhan perorangan (personal). Memori yang dimiliki oleh sebuah personal komputer pada awalnya hanya berkisar antara 32 hingga 64 KB (Kilo Byte). Tetapi dalam perkembangannya memori sebuah personal komputer sampai diatas 128 MB (Mega Byte). 1 MB sama dengan 1024 KB. Komputer personal model Apple II
merupakan pelopor dari kelahiran personal komputer yang ada pada saat ini.
Komputer Mini

Komputer mini mempunyai kemampuan beberapa kali lebih besar jika disbanding dengan personal komputer. Hal ini disebabkan karena microprocessor yang digunakan untuk memproses data memang mempunyai kemampuan jauh lebih unggul jika dibandingkan dengan microprocessor yang digunakan pada personal komputer. Ukuran fisiknya dapat sebesar almari kecil. Komputer mini pada umumnya dapat digunakan untuk melayani lebih dari satu pemakai (multi user). Dalam sistem multi user ini, pada akhirnya personal komputer banyak digunakan sebagai terminal yang berfungsi untuk memasukkan data. Contoh komputer mini : IBM AS-400

Komputer Mainframe

Ciri utama yang membedakan pengertian antara mini komputer dengan mainframe adalah, mainframe memiliki processor lebih dari satu. Dengan demikian, dari segi kecepatan proses mainframe jauh lebih cepat jika disbanding dengan mini komputer. Kecepatan kerja mainframe mencapai 1 milyar operasi perdetik (1 giga operations per-seconds = 1 GOPS). Kecepatan ini sangatlah diperlukan, karena mainframe biasanya digunakan untuk memproses data-data yang mempunyai kapasitas sangat besar dan disamping itu mainframe biasanya juga digunakan oleh puluhan hingga ratusan pemakai yang bekerja secara bersama-sama.




Super-komputer

Sesuai dengan namanya, super komputer memiliki ciri khas, yaitu kecepatan proses yang tinggi serta memiliki kemampuan menyimpan data yang jauh lebih besar apabila dibanding dengan mainframe. Harga super komputer sangatlah besar dan mahal. Salah satu contoh super komputer adalah Cray-2. Pengguna super komputer biasanya negara-negara yang sudah maju ataupun perusahaanperusahaan yang sangat besar, seperti misalnya industri pesawat terbangm Nurtanio. Kemampuan lain yang dimiliki oleh super komputer adalah mampu membaca/menyadap pelbagai data dari satelit.

Berdasarkan Data yang Diolah

Data yang diolah oleh komputer jenisnya sangatlah banyak. Ada data berujud gambar, suara, huruf, angka, keadaan, simbol ataupun yang lainnya lagi. Dalam hal ini, tidak setiap komputer bisa mengolah seluruh data yang ada. Ada komputer yang hanya bisa mengolah suara, ataupun hanya mengolah huruf dan angka saja. Walaupun demikian, ada pula komputer yang bias mengolah beberapa data secara bersama-sama.

Digital Komputer

Merupakan suatu jenis komputer yang bisa digunakan untuk mengolah data yang bersifat kuantitatif (sangat banyak jumlahnya). Data dari digital computer biasanya berupa simbol yang memiliki arti tertentu, misalnya : simbol alphabetis yang digambarkan dengan huruf A s/d Z ataupun a s/d z, simbol numerik yang digambarkan dengan angka 0 s/d 9 ataupun simbol-simbol khusus, seperti halnya : ? / + * & !.






Komputer Analog

Merupakan suatu jenis komputer yang bisa digunakan untuk mengolah data yang kualitatif. Data yang ada bukan merupakan simbol, tetapi masih merupakan suatu kejadian. Seperti misalnya : keadaan suhu ataupun kelembaban udara, ketinggian ataupun kecepatan adalah merupakan suatu keadaan yang oleh komputer kemudian ditetapkan sehingga menjadi suatu ukuran.

Hibrid computer

Merupakan jenis komputer yang bisa digunakan untuk mengolah data yang bersifat kuantitatif ataupun kualitatif. Hibrid komputer juga bisa dikatakan sebagai gabungan dari analog dan digital komputer. Komputer jenis ini banyak digunakan oleh pelbagai rumah sakit yang digunakan untuk memeriksa keadaan tubuh dari pasien, yang pada akhirnya, komputer bisa mengeluarkan pelbagai analisa yang disajikan dalam bentuk gambar, grafik ataupun tulisan.


9.0 Konsep Dasar Komputer

Secara prinsip komputer selalu memiliki sebuah konsep dasar yaitu INPUT – PROSES – OUTPUT. Komputer apapun jenisnya, selalu memiliki suatu peralatan yang disebut sebagai : Input Device, Central Processing Unit, Output Device dan External Memory

Input Device

Input device bisa diartikan sebagai peralatan yang berfungsi untuk memasukkan data ke dalam komputer. Jenis input device yang dimiliki oleh komputer cukup banyak diantaranya :

1. Keyboard
2. Mouse
3. Touchscreen
4. Scanner OCR (mislanya untuk membaca jawaban UMPTN)
5. Scanner Barcode (membaca kode bar misalnya di kasir supermarket)
6. Sensor (misal pada robot)
7. Camera
8. Microphone

Central Processing Unit (CPU)

Bagian ini berfungsi sebagai pemegang kendali dari jalannya kegiatan computer dan dikarenakan itu, CPU juga disebut sebagai otak dari komputer. Selain itu, CPU juga berfungsi sebagai tempat untuk melakukan pelbagai pengolahan data.Pekerjaan pengolahan data diantaranya : mencatat, melihat, membaca, menghitung, mengingat, mengurutkan maupun membandingkan. Dalam bekerja, fungsi dari CPU terbagi menjadi :

Internal Memory/Main Memory, berfungsi untuk menyimpan data dan program. Jenis main memory adalah :

RAM (Random Access Memory) RAM adalah memory yang dapat dimasuki (diakses) ataupun ditulisi, memori ini sifatnya sementara dan akan hilang memorinya kalau listrik dimatikan. ROM (Read Only Memory) ROM adalah memori yang hanya dapat dibaca komputer tapi tidak bisa diisi.

Chache Memory

Adalah memori berkecepatan tinggi tapi mahal harganya. Dalam computer difungsikan untuk menyimpan data yang sering diakses berulang-ulang sehingga dapat untuk mempercepat proses.
ALU (Arithmatic Logical Unit), untuk melaksanakan pelbagai macam perhitungan. Control Unit, bertugas untuk mengatur seluruh operasi komputer. CPU juga disebut sebagai microprocessor. Dimana untuk bekerja microprocessor dipengaruhi oleh kapasitas pemrosesan Bit-nya dan juga frekuensi kerjanya. Output Device Output device bisa diartikan sebagai peralatan yang berfungsi untuk mengeluarkan hasil pemrosesan ataupun pengolahan data yang berasal dari CPU kedalam suatu media yang dapat dibaca oleh manusia ataupun dapat digunakan untuk penyimpanan data hasil proses. Jenis output device yang dimiliki oleh computer dapat digolongkan 4 bentuk :

1. Tulisan (huruf, angka, karakter khusus, simbol lain)
2. Image (grafik, gambar)
3. Suara
4. Bentuk yang dapat dibaca oleh mesin
Sedangkan alat output komputer diantaranya :
1. Monitor/ Screen/ Display
2. Printer (dot matrix, inkjet, laser dll)
3. Plotter
4. Speaker
5. Disk drive

External Memory

External memory bisa diartikan sebagai memory yang berada diluar CPU. Juga disebut sebagai Secondary Storage ataupun Backing Storage ataupun Memory Cadangan yang berfungsi untuk menyimpan data dan program. Agar dapat berfungsi, data dan program yang tersimpan didalam external memory harus dipindahkan terlebih dahulu kedalam internal memory. Jenis external memory diantaranya :
1. Hard Disk
2. Floopy Disk
3. Magnetik tape (pita magnetik)
4. Optic Disk (CD-ROM)





10.0 bahasa penghantar

Penyajian Data Komputer
Data adalah sesuatu yang belum mempunyai arti bagi penerimanya dan masih memerlukan adanya suatu pengolahan. Data bisa berwujud suatu keadaan, gambar, suara, huruf, angka, matematika, bahasa ataupun simbol-simbol lainnya yang bisa kita gunakan sebagai bahan untuk melihat lingkungan, obyek, kejadian ataupun konsep.

Informasi merupakan hasil pengolahan dari sebuah model, formasi, organisasi ataupun suatu perubahan bentuk dari data yang memiliki nilai tertentu dan bias gunakan untuk menambah pengetahuan bagi yang menerimanya. Dalam hal ini data bisa dianggap sebagai obyek dan informasi adalah suatu subyek yang bermanfaat bagi penerimanya. Informasi juga bisa disebut sebagai hasil pengolahan ataupun pemrosesan data. Byte/Karakter Merupakan satuan data paling kecil. Karakter bisa berbentuk huruf (A s/d Z atau as/d z), berbentuk angka (0 s/d 9) ataupun berbentuk tanda baca lainnya. Field Merupakan kumpulan dari karakter-karakter yang membentuk suatu arti tertentu, misalnya Field untuk Nomor Mahasiswa, Field untuk Nama Mahasiswa, Filed untuk Mata Pelajaran dan lainnya. Record Merupakan kumpulan dari field-field yang membentuk sebuah arti. Misalkan kumpulan field NIM, NAMA, MATERI pada akhirnya membentuk sebuah record.







Rujukan
http://www.oocities.com/zakp20087/tugasan_3_ge6353_sfmy.htm?201022#ixzz10HBsIu7Z
http://ms.wikipedia.org/wiki/Sejarah_perkembangan_komputer
http://www.smitdev.com/

isu kekurangan guru lelaki

1.0 Pengenalan

Pengajaran dan Pembelajaran Sains dan Matematik dalam Bahasa Inggeris (PPSMI) merupakan satu dasar pendidikan baharu yang telah dicetuskan oleh bekas Perdana Menteri Malaysia, iaitu Tun Dr. Mahathir Mohamad semasa pentadbiran beliau. Sepanjang proses pelaksanaannya, ia telah mendapat bantahan dari pelbagai pihak, sehinggalah pada 8 Julai 2009, Tan Sri Muhyidin Yassin yang juga merupakan Menteri Pelajaran telah mengambil langkah berani dengan memansuhkan dasar PPSMI ini bermula pada tahun 2012.

Dasar ini telah termaktub sebagai keputusan dasar kerajaan Malaysia hasil daripada Mesyuarat Khas Jemaah Menteri pada 19 Julai 2002. Berdasarkan Kementerian Pelajaran Malaysia, dasar ini dilaksanakan secara berperingkat dan ia bermula pada sesi persekolahan tahun 2003 dengan perintisnya ialah semua murid Tahun 1 untuk Peringkat Sekolah Rendah dan Tingkatan 1 serta Tingkatan 6 Rendah untuk peringkat Sekolah Menengah Pelaksanaan penuh PPSMI ialah pada tahun 2007 untuk peringkat Sekolah Menengah sementara peringkat Sekolah Rendah ialah pada tahun 2008.

Dasar ini secara ringkasnya boleh dikatakan sebagai satu dasar yang menggunakan bahasa Inggeris bagi menggantikan bahasa Melayu untuk mendedahkan pelajar mengenai mata pelajaran Sains dan Matematik. Hal ini telah menimbulkan pelbagai reaksi pihak tertentu seperti Kesatuan Guru-Guru Melayu Malaysia Barat, Dewan Bahasa dan Pustaka, GAPENA dan sebagainya. Mereka berpendapat bahawa pelaksanaan PPSMI ini akan memberi banyak kesan terhadap bangsa dan agama.








2.0 Kesan Positif kepada Bangsa dan Negara

Sejak dasar ini diperkenalkan pada tahun 2003 sehinggalah kepada keputusan untuk dimansuhkan bermula tahun 2012, isu ini sering mendapat pandangan negatif. Terdapat pelbagai kenyataan bahawa dasar ini akan melenyapkan jati diri dan budaya orang Melayu. Alasan ini diberikan oleh mereka yang berfikiran sempit sedangkan dasar ini sepatutnya dilihat melalui perspektif pada mula ia dilaksanakan. Kementerian Pelajaran telah melaksanakan PPSMI ini sejak tahun 2003 berdasarkan kepada persetujuan jemaah Menteri. Keputusan yang diambil itu adalah salah satu langkah ke hadapan yang sangat pragmatik selaras dengan wawasan 2020 untuk menzahirkan Malaysia sebagai sebuah negara maju mengikut acuan sendiri. (Utusan Malaysia, 3 Mac 2009). Pelaksanaan dasar ini memberi kesan yang positif kepada pelbagai pihak.

2.1 Kesan kepada Pelajar

Inilah tujuan sebenar PPSMI diperkenalkan iaitu untuk mendedahkan pelajar kepada masa depan yang cenderung kepada era globalisasi. Penggunaan Bahasa Inggeris dalam subjek Sains dan Matematik jika dinilai dari sudut yang positif ia akan membantu pelajar jika mereka ke luar negara dan sebaliknya, kerana di peringkat antarabangsa sekalipun, Inggeris dijadikan sebagai bahasa pengantar untuk berkomunikasi dengan bangsa lain. Kesan ini seharusnya dilihat daripada kesan jangka masa yang panjang. PPSMI ini bukan bertujuan mendera pelajar, tetapi untuk meningkatkan martabat bangsa dan Negara kita.(Utusan Malaysia, Julai 2009)

Dasar ini merupakan satu platform atau peluang kepada pelajar untuk mendalami bahasa Inggeris dengan lebih mudah. Seharusnya pihak pembangkang perlu memikirkan ke arah masa depan, iaitu semua syarikat kini tidak kira swasta atau kerajaan telah menetapkan syarat iaitu fasih berbahasa Inggeris untuk bekerja. Jika PPSMI ini dimansuhkan maka anak-anak tidak akan berpeluang untuk mendalami bahasa Inggeris kerana dalam seminggu, cuma beberapa jam sahaja subjek bahasa Inggeris didedahkan sedangkan semua maklumat dalam internet dan sebagainya terlalu banyak dalam Bahasa Inggeris. Jika aspek ini diabaikan, kemungkinan besar generasi seterusnya akan ketinggalan jauh dengan kemajuan dunia yang semakin dikuasai oleh bahasa Inggeris. Bahasa Melayu tidak akan tercabar walaupun PPSMI dilaksanakan kerana ia merupakan bahasa pertuturan masyarakat seharian. (Utusan Online,Mac 2009).

Jika dilihat kepada reaksi Kumpulan Bertindak Ibu Bapa bagi pendidikan (Page) pula, mereka mahu sekolah aliran kebangsaan diberi pilihan untuk meneruskan dasar PPSMI ini. Syor yang telah dibuat oleh Page di tujuh sekolah di Selangor dan Kuala Lumpur baru-baru ini mendapati purata sebanyak 97 peratus ibu bapa mahu sekolah anak-anak mereka diberi pengecualian daripada pemansuhan PPSMI. Tujuan mereka bukan untuk membantah pemansuhan PPSMI, tetapi mahu sekolah diberi pilihan kerana anak mereka mendapat manfaat daripada pengajaran Sains dan Matematik dalam bahasa Inggeris. (Utusan Malaysia online, 23 Oktober 2009)

2.2 Kesan kepada Nasionalisme

Nasionalisme merujuk kepada semangat cinta akan negara. Ramai yang menganggap apabila PPSMI ini dilaksanakan, bahasa Melayu akan ketinggalan. Mempelajari Bahasa Inggeris ini tidak berbeza daripada menghantar penuntut kita ke luar negara dan sebagainya kerana mereka pergi belajar sebagai orang melayu dan akan pulang tanpa menjejaskan kemelayuan mereka. Melalui hal ini juga mereka menjadi lebih bersemangat untuk membantu memartabatkan negara ini supaya setanding dengan negara maju yang lain seperti China, Jepun dan sebagainya.

Sains dan Matematik adalah satu bidang ilmu yang sangat dinamik dengan pelbagai inovasi dan penemuan baharu yang berlaku hampir setiap hari melalui penyelidikan dan pembangunan. Bidang ini merupakan asas penting kepada kemajuan dan pembangunan. Sebahagian besar maklumat terkini mengenai sains dan teknologi ditulis atau disampaikan dalam bahasa Inggeris. Oleh yang demikian, pendedahan awal kepada Sains dan Matematik dalam bahasa Inggeris akan memberi peluang kepada pelajar untuk menguatkan asas bagi memperoleh maklumat dan ilmu terutamanya dalam bidang sains dan matematik.



2.3 Kesan kepada Negara

Berdasarkan kepada perlaksanaan PPSMI ini, ia dapat memberi peluang kepada negara kita, Malaysia untuk berdiri setanding dengan negara maju yang lain. Jika dilihat kepada penggunaan bahasa yang sering digunakan oleh pemimpin dan juga penutur yang mempunyai bahasa yang berlainan, didapati bahawa bahasa Inggeris menjadi bahasa perantaraan yang paling utama. Melalui pelaksanaan ini, kita dapat mendedahkan penggunaan bahasa ini bermula sejak dari kecil lagi seperti pepatah Melayu (melentur buluh biarlah dari rebungnya). Sebarang permasalahan tidak akan timbul kerana langkah yang dilaksanakan ini merupakan salah satu langkah yang wajar dalam usaha memodenkan murid dengan penggunaan bahasa antarabangsa supaya mereka tidak ketinggalan jauh di belakang.

Memang ramai yang menentang mengenai pelaksanaan ini. Mereka beranggapan dengan terlaksananya dasar ini, bahasa Melayu akan terhapus. Anggapan ini tidak berasas sama sekali kerana penggunaan bahasa Inggeris cuma akan berubah dengan mendedahkannya kepada subjek Sains dan Matematik. Bahasa Melayu akan tetap diajar seperti biasa. Bahasa Melayu akan tetap menjadi bahasa Kebangsaan dan bahasa perantaraan, manakala bahasa Inggeris akan menjadi bahasa kedua. Tidak salah sekiranya kedua-dua bahasa ini kita boleh kuasai dalam masa yang sama, kerana ia tidak merugikan. Jangan pula kita seolah-oah menjadi seperti “katak di bawah tempurung”

Berdasarkan kepada pernyataan di atas, dapat disimpulkan bahawa mereka yang menentang dasar ini dilanjutkan tidak suka melihat generasinya berubah. Golongan ini melihat dasar PPSMI hanya untuk jangka masa yang pendek, sedangkan perkara ini perlu dilihat kepada jangka masa yang lama. Era globalisasi yang semakin membangun dengan pesatnya akan terus meninggalkan kita jika kita tidak mengejarnya. Malah, menggerunkan lagi jika pembangunan yang dilakukan oleh negara kita, Malaysia akan mengalami kemunduran kerana gagal menggunakan bahasa Inggeris bagi tujuan berkomunikasi dengan orang ramai dari luar negara dan sebagainya.


3.0 Kesan Negatif kepada bangsa dan Negara

Berdasarkan kepada memorandum mengenai Pelaksanaan Fasal 152 Perlembagaan Malaysia yang mengatakan mengenai bahasa Inggeris sebagai bahasa kedua atau sebagai salah satu mata pelajaran yang diwajibkan di sekolah-sekolah, di maktab-maktab dan juga di Universiti. (Persatuan Linguistik Malaysia, 2002:34). Berdasarkan kepada pelaksanaan PPSMI terdapat kesan-kesan negatif yang berlaku sepanjang perlaksanaannya.



3.1 Kesan PPSMI kepada Bahasa Melayu

Perlaksanaan PPSMI ternyata amat memberi kesan yang negatif kepada Bahasa Melayu. Hal ini dapat dilihat apabila bahasa Melayu yang dahulunya berfungsi sebagai bahasa pengantar di semua sekolah kini telah diabaikan, dan bahasa Inggeris pula bermain di mulut pelajar dan juga tenaga pengajar. Bahasa Melayu yang sebelum ini terkenal dengan kata-kata bahawa “bahasa melambangkan bangsa” sudah tidak wujud lagi semenjak PPSMI dilaksanakan. Seharusnya kita mengambil pengajaran dari negara-negara lain yang kuat mempertahankan bahasa mereka sebagai bahasa utama dan hal ini terbukti apabila negara seperti Rusia, Jepun telah muncul sebagai satu kuasa besar tanpa mengabaikan bahasa mereka.

Perlaksanaan PPSMI ini ternyata telah mengenepikan segala usaha yang dibuat untuk menjadikan bahasa Melayu sebagai bahasa ilmu yang berkeupayaan tinggi bagi mendidik anak bangsa khususnya pelajar Melayu dan juga warganegara yang lain. Seharusnya hal ini tidak perlu diberikan penjelasan yang lebih lebar kerana masing-masing sudah mengetahui bahawa Bahasa Melayu mempunyai kedudukan yang istimewa dalam Perkara 152 Perlembagaan Persekutuan sebagai bahasa Kebangsaan. Oleh itu, sebagai rakyat Malaysia yang prihatin, idea PPSMI ini tidak perlu dilaksanakan kerana ia menggugat kedudukan bahasa melayu sebagai bahasa utama negara ini. Pelaksanaan ini ternyata telah gagal untuk memartabatkan bahasa Melayu dan ia perlu dimansuhkan dengan serta merta.

Proses untuk menjadikan bahasa Melayu sebagai bahasa ilmu dan juga bahasa moden akan terhenti dan seterusnya bahasa ini akan digunakan sebagai bahasa pasar semata-mata. PPSMI selalu dihujahkan bahawa perubahan hanya bagi dua mata pelajaran semata-mata tetapi hakikatnya jauh berbeza. Berkemungkinan besar akan diputuskan pula penggunaan Bahasa Inggeris dalam mata pelajaran yang berkaitan dengan subjek Sains dan Matematik seperti Perakaunan, Perdagangan, Ekonomi Asas dan sebagainya. Jika hal ini berlaku, maka akhirnya sebahagian besar atau hampir kesemua mata pelajaran akan diajarkan dalam bahasa Inggeris dan ketika itu bahasa Melayu yang ditetapkan sebagai bahasa pengantar utama dalam sistem pendidikan di negara ini akan kehilangan fungsinya (Kamal Syukri, 2007: 62).

3.2 Kesan kepada Sekolah Kebangsaan

Pelaksanaan PPSMI ini juga turut memberi kesan yang negatif kepada sekolah kebangsaan. Kedudukan bahasa Inggeris yang kini semakin menapak di negara kita telah menyebabkan wujud pelbagai jenis sekolah yang menggunakan bahasa Inggeris sebagai bahasa pengantar. Penggunaan bahasa ini lebih dominan dalam perundangan dan pentadbiran khususnya, berbanding dengan bahasa Melayu sama ada dari aspek penulisan dan lisan. Kesan daripada hal ini akan menyebabkan ibu bapa berkejar-kejar untuk menghantar anak-anak mereka ke sekolah Inggeris termasuklah anak-anak menteri sendiri supaya anak-anak mereka lebih berpengetahuan luas dalam bahasa Inggeris. (Persatuan Linguistik Malaysia: 2002)

Kesan daripada perkara ini, nasib sekolah kebangsaan akan mengalami risiko kekurangan pelajar dan seterusnya nasib bahasa melayu juga akan terpinggir. Bukan itu sahaja, dengan kekurangan pelajar yang akan mendalami bahasa melayu, lebihan guru juga akan berlaku kerana profesion yang mereka pilih adalah bahasa Melayu dan bukannya bahasa Inggeris. Hal ini juga akan menyebabkan berlaku pengangguran terhadap guru bahasa melayu dan penawaran kepada guru bahasa Inggeris pula semakin bertambah. Sekolah Kebangsaan di luar bandar mungkin tidak mengalami nasib seperti ini kerana disana mereka masih lagi didedahkan kepada pengajaran dalam bahasa melayu. Namun, jika berdasarkan kepada pelaksanaan PPSMI ini, mereka pula ketinggalan jauh daripada pelajar Bandar dalam penggunaan Bahasa Inggeris.

3.3 Kesan kepada Kualiti Peperiksaan

Pelaksanaan PPSMI juga turut mempengaruhi kualiti peperiksaan pelajar. Berdasarkan kepada keputusan sebelum ini yang menggunakan bahasa melayu sebagai bahasa pengantar, prestasi yang diperolehi oleh pelajar agak memberansangkan. Namun terdapat juga yang sekadar cukup makan. Hal ini akan menjadi rumit apabila secara drastiknya, bahasa Inggeris kini mengambil alih sebagai bahasa yang digunakan dalam penyediaan kertas soalan. Kebanyakan pelajar tidak memahami soalan kerana perlu memahami soalan dalam bahasa Inggeris untuk menghasilkan jawapan yang tepat.

Berdasarkan kepada hasil kajian daripada universiti-universiti tempatan pula didapati tahap peningkatan penguasaan bahasa Inggeris murid adalah nominal, iaitu tidak lebih tiga peratus sepanjang pelaksanaan dasar ini. (Utusan Malaysia, Julai 2009). Piawaian peperiksaan di Malaysia telah dipermudahkan sehingga kesannya amat ketara terhadap kualiti pelajar yang memperolehi bilangan ‘A’. Hal ini telah menyebabkan graduan yang keluar dari universiti tidak menepati kualiti yang telah ditetapkan.

Hal ini telah menyebabkan institusi pendidikan telah dikritik kerana menghasilkan graduan yang tidak berkualiti. Hampir 30% daripada 132,000 pelajar kolej komuniti, politeknik, dan universiti awam hanya menguasai tahap satu dan tahap dua dalam Malaysian University English Test (MUET) dan ia merupakan tahap paling terendah untuk pelajar di peringkat mereka. Berdasarkan masalah ini kita perlu melihat kepada aspek pendidikan sejak di sekolah rendah dan sekolah menengah.

3.4 Kesan PPSMI kepada Pelajar

Berdasarkan kepada pelaksanaan PPSMI, pihak yang paling kuat menerima tempiasnya ialah pelajar. Banyak pihak berpendapat bahawa PPSMI ini wajar dilanjutkan jika berdasarkan kepada pencapaian pelajar yang semakin meningkat. Memang dapat diakui sekiranya pelajar tinggal di bandar keputusan mereka meningkat kerana kemudahan yang lengkap dan juga mempunyai tenaga pengajar yang berkualiti. Sebaliknya bukan salah pelajar yang tinggal di luar bandar jika pencapaian mereka merosot kerana instransfruktur yang mereka perolehi berlainan dengan pelajar yang tinggal di bandar. Sistem ini membawa banyak masalah sehingga menjejaskan pencapaian anak-anak di luar bandar dan juga kekurangan guru yang mahir untuk mengajar sains dan matematik dalam bahasa Inggeris. (Dr.Mohamad Khir Toyo, Julai 2009)

Bukan itu sahaja, terdapat beberapa kajian daripada pelbagai pihak yang mengatakan bahawa guru juga bersalah dalam hal ini iaitu guru yang mengajar di luar bandar lebih suka mencampuradukkan antara bahasa Melayu dengan Bahasa Inggeris dalam pengajaran dan pembelajaran (P&P). Berdasarkan kepada hasil penyelidikan yang dibuat oleh penyelidik-penyelidik akademik, bahawa berlaku penurunan mendadak ke atas pencapaian pelajar khususnya pelajar melayu diluar Bandar


Dalam hal ini juga, anak-anak di luar bandar yang majoritinya orang Melayu mengalami gangguan dalam penguasaan ilmu Sains dan Matematik daripada bahasa asing. Hal ini berlaku kerana pelajar mengalami masalah yang memaksa mereka memindahkan konsep-konsep sains dan Matematik daripada bahasa asing ke dalam bahasa ibundanya. Berdasarkan kajian yang dibuat oleh Nor Hashimah Jalalludin (2002), ketidaksediaan pelajar dalam mempelajari subjek Sains dan Matematik dalam Bahasa Inggeris yang menyebabkan pencapaian mereka semakin merudum. Kajian ini juga menunjukkan bahawa 75% pelajar tidak setuju Sains dan Matematik diajarkan dalam Bahasa Inggeris, 77% setuju bahawa bahasa melayu mampu menyampaikan Sains dan Matematik dengan berkesan dan 70% yakin akan cemerlang dalam Sains dan Matematik jika diajarkan dalam bahasa melayu.

Bukan itu sahaja, persatuan pendidikan Tamil menunjukkan kerisauan terhadap murid-murid SJK(T) yang kebanyakannya berasal daripada keluarga yang miskin akan menghadapi keciciran kerana ketidakmampuan menguasai bahasa Inggeris yang sekaligus memburukkan lagi keadaan ekonomi masyarakat India kerana anak-anak sukar disalurkan ilmu untuk menaiktarafkan hidup masyarakat mereka.


3.5 Kesan PPSMI kepada perpaduan kaum

Berdasarkan kepada kajian awal, sekiranya bahasa Inggeris digunakan dalam pengajaran dan pembelajaran bagi subjek Sains dan Matematik dikhuatiri ia akan menyebabkan semangat perpaduan antara kaum musnah sehingga memberi kesan yang amat besar kepada bangsa dan Negara Malaysia. Sekiranya pelajar masing-masing mengamalkan bahasa yang berlainan dalam pergaulan seharian mereka, akan berlaku salah faham antara mereka dan pelajar yang hanya mengetahui bahasa melayu yang akan memahami antara satu sama lain.

Perkembangan penggunaan Bahasa Melayu pada hari ini, ramai pelajar Cina dan India lebih menjurus kepada bidang yang berkaitan dengan bahasa melayu lebih suka berinteraksi dalam bahasa Melayu sesama mereka dan dengan pelajar melayu. Jadi hal ini menunjukkan bahawa bahasa melayu dapat memperkembangkan lagi semangat perpaduan dan ini menunjukkan sudah ada tanda-tanda kejayaan pendidikan Melayu. Hal ini menunjukkan bahawa pelaksanaan PPSMI ini, akan mencalarkan nama Bahasa Melayu yang dikenali dengan bahasa perpaduan dan merupakan satu manifestasi sistem pendidikan aliran melayu.(Shaharir bin Mohamad zain, 2007: 11).

3.6 Kesan kepada Bilangan Guru

Pihak tenaga pengajar juga akan turut terkena tempias terhadap pelaksanaan PPSMI ini. Berdasarkan kepada pencapaian pelajar yang merudum jatuh, khususnya di kawasan pedalaman adalah disebabkan factor guru yang mengajar mereka. Hal ini terbukti apabila kajian yang dibuat telah memberikan jawapan bahawa guru mengajar pelajar dengan menggunakan bahasa yang bercampur. Pelaksanaannya yang terlalu drastik telah menyebabkan guru-guru terpaksa mempersiapkan diri dalam sekelip mata bagi memastikan hasrat kerajaan tercapai. Hal ini akan menyebabkan kualiti dan kuantiti pelajar yang cemerlang hanya sekadar cukup makan kerana pengajaran dan pembelajaran yang dibuat oleh guru adalah tergesa-gesa.


Bukan itu sahaja disebabkan oleh ganjaran yang kerajaan tawarkan kepada guru sebagai bonus untuk mengajar subjek Sains dan Matematik dalam bahasa Inggeris, telah menyebabkan terdapat segelintir guru yang tidak mempunyai kecekapan dalam subjek Bahasa Inggeris mengambil tugas tersebut. Hal ini diibaratkan seperti “batuk di tepi tangga”.

Daripada sejumlah 181,340 orang guru di sekolah rendah pada tahun 2004, dianggarkan kira-kira 80,000 orang terlibat dalam pengajaran Sains dan Matematik dalam dan semuanya terlatih dalam bahasa Melayu. Dengan pelaksanaan dasar tersebut secara mendadak, maka berlakunya masalah pengajaran dalam kalangan guru-guru. Jika dilihat kepada pelaksanaan ini, ia memerlukan komitmen yang tinggi oleh guru yang telah dilatih kerana ia mengambil masa yang panjang. Jika guru yang akan mengambil alih untuk mengajar subjek Sains dan Matematik ini tidak menguasai sepenuhnya bahasa Inggeris, dikhuatiri akan menyebabkan pengajaran dan pembelajaran hanya akan berpusatkan kepada guru semata-mata. Pelajar-pelajar akan menjadi bosan dan seterusnya pelaksanaan PPSMI ini hanya akan tinggal sejarah.

Dasar ini diperkenalkan pada peringkat awal dahulu, kebanyakan guru bagi mata pelajaran Sains dan Matematik ini tetap di tahap yang lama. Kursus yang ditawarkan oleh kerajaan cuma dalam masa yang singkat dan tidak mungkin guru yang telah dilatih itu dapat menguasai seluruhnya tentang bahasa Inggeris apatah lagi jika guru tersebut adalah dari daerah pedalaman yang mana bahasa Melayu sudah sebati dengan diri mereka. Kesan daripada masalah ini, berlaku kekurangan guru yang pakar dalam bahasa Inggeris, sedangkan pelajar semakin bertambah. Jadi secara tidak langsung perkara ini akan menyebabkan berlaku lebih banyak panggangguran kerana pelaksanaan PPSMI ini cuma memerlukan guru yang berpengetahuan tinggi dalam bahasa Inggeris.

3.7 Kesan kepada Media Massa yang Berbahasa Melayu

Jika dahulu sebelum bahasa Melayu diperkenalkan, segala urusan dilakukan dengan menggunakan huruf jawi. Namun lama-kelamaan ia telah dilupakan dan bahasa Melayu mengambil alih tempat tersebut. Jika dahulu, wujud akhbar dan majalah yang membantu memartabatkan bahasa Melayu di rantau asia sekaligus menjadi alat perjuangan bangsa Melayu. Contohnya surat khabar Utusan Melayu, Berita Harian dan sebagainya. Namun kini akhbar-akhbar Melayu semakin ketinggalan kerana kewujudan akhbar dan majalah yang berbahasa Inggeris seperti The Star, New Straits Times dan sebagainya. Hasil dari perlaksanaan PPSMI ini dapat dilihat apabila akhbar Melayu kini telah berada di tempat ketiga di belakang akhbar berbahasa Mandarin dan Inggeris. Bayangkan jika PPSMI ini tetap dilanjutkan, maka nasib akhbar melayu akan menerima nasib yang sama dengan akhbar yang menggunakan tulisan jawi sebagai wadah untuk pembaca.

Hanya sesudah pegawai-pegawai kerajaan menguasai bahasa Inggeris dengan memuaskan, kerajaan negeri akan berfikir untuk melancarkan fasa kedua, iaitu surat menyurat akan dibuat dalam Bahasa Inggeris.(The Star, Jun 2002). Kenyataan ini cukup membuktikan bahawa tujuan utama Kerajaan melaksanakan PPSMI ini adalah menggunakan bahasa Inggeris dalam pentadbiran kerajaan dan pegawai kerajaan digalakkan menulis surat dalam bahasa Inggeris bukan untuk meraik ilmu dan pengetahuan dan ternyata pelaksanaan PPSMI ini mempunyai agenda lain di sebaliknya.

Jika dilihat kesan yang akan datang dengan pelaksanaan PPSMI ini bahasa Melayu akan berhenti menjadi bahasa sains dan teknologi maklumat. Apabila bahasa Melayu tidak diperlukan untuk bidang sains dan teknologi, segala majalah, buku dan akhbar akan terkubur begitu sahaja dan istilah baharu juga tidak akan diperlukan. Lama-kelamaan bahasa melayu akan hilang kuasanya sebagai bahasa moden dan bahasa ilmu, sebaliknya hanya akan menjadi bahasa pasar semata-mata. Penerbit akan terpaksa memilih sama ada menerbitkan ruang-ruang dalam bahasa Inggeris atau menukarnya menjadi akhbar Inggeris sahaja (Abu Bakar Abd Hamid, 2007: 35-44)








Kesimpulan

Berdasarkan kepada perbincangan di atas dan juga jika dilihat kepada data yang telah diambil daripada sumber yang sahih, perlaksanaan PPSMI lebih banyak mendatangkan kesan yang negatif berbanding kesan yang positif. Hal ini dapat dilihat berdasarkan kajian dan juga pencapaian pelajar yang semakin merosot. Ekoran dari hal ini, Timbalan Perdana Menteri, Tan Sri Muhyiddin Yassin telah mengambil langkah yang bijak dengan melakukan pemansuhan terhadap PPSMI ini yang akan dilakukan secara berperingkat mengikut kaedah ‘soft landing’ mulai tahun 2012. Langkah kerajaan untuk memansuhkan dasar ini dianggap sebagai satu kerajaan rakyat. Hal ini kerana jika dasar ini dimansuhkan ia juga akan memberi kesan yang positif kepada pelajar di sekolah Cina dan juga sekolah Tamil kerana bahasa ibunda yang digunakan oleh mereka sebelum ini boleh digunakan seperti biasa.

Kerajaan juga mengakui bahawa bahasa Inggeris merupakan satu bahasa yang penting yang harus dikuasai oleh semua individu. Oleh hal yang demikian, kerajaan telah menubuhkan satu dasar yang dikenali sebagai dasar Memartabatkan Bahasa Melayu dan Memperkukuhkan Bahasa Inggeris (MBMMBI) bagi menggantikan PPSMI. Dasar ini akan dimulakan pada tahun 2011 bagi murid tahun 1 mulai 2011. Tujuan dasar ini dilakukan adalah sebagai serampang dua mata kerana selain untuk memartabatkan bahasa melayu kerana selain memartabatkan bahasa kebangsaan, kerajaan juga tidak meminggirkan aspek penguasaan dan pengukuhan bahasa Inggeris yang menjadi bahasa antarabangsa. (Berita Harian Online, 2009: Oktober 21)

perancanagan pengajaran dan pengajian mikro

1.0 Pengenalan

keterampilan mengajar bagi seorang guru adalah sangat penting kalau ia ingin menjadi seorang guru yang profesional, jadi disamping dia harus menguasai sumbstansi bidang studi yang diampu, keterampilan dasar mengajar juga adalah merupakan keterampilan penunjang untuk keberhasilan dia dalam proses belajar mengajar.Dalam bidang pendidikan kemahiran pengajaran dan pembelajaran merupakan kekuatan dan kebersanan dalam menyampaikan ilmu. Ini sering dikaitkan dengan guru yang tidak efiktif kerana penyampaian pengajaran pengajaran dan pembelajarnnya tidak difahami dan tidak menarik minat pelajar. Kebersanan pengajaran penagajaran guru bergantung kepada ilmu guru, gaya penyampaian dan teknik kecekapan dalam pengajaran makro seseorang bakal guru itu perlu melalui prosidur latihan untuk memudahkan bakal guru menghadapi situasi sebenar disekolah. Maka disarankan setiap bakal guru melahirkan diri dalam pengajaran makro.
Pengajaran makro member peluang untuk mempraktikan kemahiran mengajar dalam satu situasi pelajaran yang terancang melalu teknik pengajaran yang sistematik.seterusnya dapat mengurangkan masalah selepas sesi, guru pelatih dapat memahami kesilapan pengajaran mereka dan dapat mengatasi keselipan tersebut disamping mengukuhkan lagi kelebihan kemahiran mengajar meraka. Selain itu dapat meneingkatkan keyakinan guru pelatih dan bersedia untuk menghadapi situasi pengajaran yang sebanar contohnya praktikum dan juga sekolah sebanar.
Pengajaran mikro merupakan suatu teknik simulasi yang bertujuan untuk memberikan guru-guru pelatih pengalaman mengajar serta menguasai kemahiran-kemahairan mengajar dalam satu situasi yang hampir sama dengan aktiviti bilik darjah. Kemahiran-kemahiran mengajar yang penting dan kerap digunakan untuk menjalankan aktiviti pengajaran dalam bilik darjah semasa menjalani latihan praktik di sekolah, dan selepas tamat pengajian.




2.0 Konsep Pengajaran Mikro

Pengajaran mikro merupahkan suatu teknik simuuladi yang bertujuan untuk memberikan guru-guru pelatih pengalaman mengajar serta menguasai kemahiran-kemahirab mengajar dalam satu situasi yang hamper sama dengan aktiviti pengajaran di bilik darjah. Kemahiran-kemahiran mengajar yang dipilih merupakan kemahiran-kemahiran mengajar yang penting dan kerap digunakan untuk menjalankan aktiviti pengajaran dalam bilik darjah semasa menjalani latihan praktik di sekolah dan selepas tamat pengajian. Antara kemahiran-kemahiran mengajar yang biasanya di pilih untuk sesi pengajaran mikri adalah seperti set induksi, penggunaan papan tulis, variasi rangsangan, teknik penyoalan, penuguhan, penerangan,dan alat bantu mengajar.

3.0 Set Induksi

Set induksi adalah sebahagian permulaan sesuatu proses pengajaran dan pembelajarn yang bertujuan untuk membina aliran fikiran pelajran serta menarik minat mereka untuk lebih member tumpuan dan fokus kepada pengajaran dan pembelajaran yang hendak disampaikan. Guru boleh menggunakan pelbagai kaedah dan teknik yang sesuai untuk menyampaikan set induksi atau permulaan pengajaran dan pembelajaran seperti teknek penyoalan, alat bantu mangajar, bercerita, motivasi dan sebagainya, masa yang diperintukan untuk set induksi adalah singkat, biasanya tidak melebihi 5 minit dalam sesuatu masa.

Set induksi merupakan satu proses yang digunakan dalam Set induksi merupakan satu proses yang digunakan dalam permulaan pengajaran, apabila menukar topik, sebelum soal jawab permulaan pengajaran, apabila menukar topik, sebelum soal jawab sebelum pertunjukan slaid atau video dengan tujuan menarik sebelum pertunjukan slaid atau video dengan tujuan menarik perhatian pelajar dan mendorong pembelajaran. Prinsip-prinsip set perhatian pelajar dan mendorong pembelajaran. Prinsip-prinsip set induksi seperti berikut :induksi seperti memfokuskan perhatian pelajar terhadap apa yang hendak di ajarmemfokuskan perhatian pelajar terhadap apa yang hendak di ajarmembentuk satu rangka rujukan semasa pengajaran membentuk satu rangka rujukan semasa pengajaran memberi makna terhadap sesuatu konsep atau makna barumemberi makna terhadap sesuatu konsep atau makna baru merangsang minat dan penglibatan murid merangsang minat dan penglibatan murid meletakkan murid dalam set mental atau keadaan yang sesuai untuk meletakkan murid dalam set mental atau keadaan yang sesuai untuk belajarbelajar menggalakkan pelajar enyertai pelajaran dengan giat.menggalakkan pelajar enyertai pelajaran dengan giat. mewujudkan keadaan ingin tahu dikalangan murid


4.0 Pengukuhan Murid

Merupakan satu teknik mengajaryang digunakan apabila pelajar member jawapan yang betul ataupun menunjukan prestasinya dalam sesuatu aktiviti pembelajaran. Guru memberikan pujian sebagai pengukuhan tingkah laku itu dan menurut skinner, tingkah laku manusia dibahagi kepada dua:

i. tingkah laku responden-tindak balas terhadap stimuli khusus dari alam sekitar. Pembelajaran secara responden akan wujud selepas satu stimuli baru digunakan bersama-sama stimuli lama.
ii. Tingkah laku operan- tingkah laku bukan automatik. Merupakan set yang merangkumi contoh-contoh tingkah laku spesifik, beroperasi dan menghasilkan tindak balas yang dihasilkan adalah memuaskan, peluang mengulang tangkah laku operan ini akan bertambah. Boleh di ajarkan dan dipelajari melalui saty stimuli yang sesuai dan diberi sebaik sahaja wujudnya tingkah laku operan.


Peneguhan boleh berupa positif dan negetif. Penuguhan positif ialah stimuli yang bolah menambahkan keberangkalian berulanganya sesuatu tingkah laku operan seperti member pujian, penghargaan, hadiah dan sebagainya. Digunakan untuk menggalakkan kanak-kanak agar bertingkahlaku positif dan wujud didalam dari diri mereka. Memberi kesan P&P yang berpanjagan dan kekal dalam ingatan mereka

5.0 Kemahiran Penggunaan Papan Tulis

Kemahiran MenyoalKemahiran menyoal boleh menjadi salah satu teknik pengajaran dan pembelajaran yang efektif di bilik darjah untuk menggalakkan interaksiantara guru dan murid serta murid dan murid. Penyoalan dapat merangsang murid berfikir secara kritis, analitis, dan mendapat maklum balas yang logik dan tepat. Tambahan pula penyoalan dapat membantu menghubungkan di antara guru dengan murid dan menyatukan ahli-ahli kumpulan melalui interaksi.

5.1 Teknik Menyoal

Pembelajaran boleh dirangsang melalui teknik penyoalan. Teknik ini membolehkan guru menilai maklum balas secara berterusan. Oleh itu,adalah perlu guru merancang terlebih dahulu bentuk soalan yang hendak dikemukakan dan guru tidak harus terikat sepenuhnya dengan soalan-soalan secara spontan. Soalan-soalan yang ada kaitan dengan minat murid juga boleh digunakan.




5.2 Pembelajaran boleh dirangsang melalui teknik penyoalan.

Teknik ini membolehkan guru menilai maklum balas secara berterusan. Oleh itu,adalah perlu guru merancang terlebih dahulu bentuk soalan yang hendak dikemukakan dan guru tidak harus terikat sepenuhnya dengan soalan-soalan secara spontan. Soalan-soalan yang ada kaitan dengan minat murid juga boleh digunakan. Memandangkan penyoalan adalah cara yang berkesan untuk menggalakkan penyertaan murid secara aktif, guru perlu menggunakan soalan sekerap mungkin. Penyoalan boleh digunakan pada peringkat permulaan,perkembangan dan peringkat penutup pelajaran.

5.3 Peringkat Permulaan Pembelajaran

Pada peringkat ini soalan digunakan untuk: mencungkil pengetahuan yang sedia ada pada murid mengaitkan pelajaran lepas dengan pelajaran baru menumpukan perhatian serta minat murid pada pelajaran yang akan dipersembahkan.

5.4 Peringkat Perkembangan Pembelajaran

Pada peringkat ini soalan digunakan untuk: menduga kefahaman murid mengenai bahan pelajaran yang dibincangkan memastikan penyertaan murid yang aktif mengekalkan minat murid serta tumpuan perhatian mereka.



5.5 Peringkat Penutup

Soalan pada peringkat penutup digunakan untuk membuat rumusan pelajaran menguji kefahaman murid secara menyeluruh. Pada umumnya turutan menyoal di dalam kelas boleh dijalankan seperti yang berikut:
i. guru mengemukakan soalan kepada murid
ii. guru memberi masa untuk murid menjawab
iii. guru boleh tujukan soalan tersebut kepada semua murid di kelas
iv. guru boleh memanggil murid tertentu menjawab
v. guru memberi perhatian kepada jawapan yang dikemukakan dan seterusnya ajukan

6.0 Kaedah Variasi Rangsangan

Merupakan teknik mempelbagaikan kaedah dan teknik penyampaian guru dengan tujuan menarik perhatian dan minat pelajar dalam aktiviti pelajarannya. Dalam proses P&P masa tumpuan pelajar adalah singkat. Mereka akan hilang minat jika akativiti tidak dipelbagaikan. Kemahiran variasi rangsangan meliputi kemahiran mengubah-ubah tingkah laku guru, mempelbagaikan aktiviti pengalihan saluran deria pelajar, menukar corak interaksi antar guru dan pelajar, serta mempelbagaikan kaedah dan teknik mengajar.

6.1 Penggunaan Variasi Rangsangan

Perubahan kaedah dan teknik penyampaian guru haruslah dikaitkan dengan tujuan dan isi pelajaran. Ianya mesti mempunyai perkaitan dengan matlamat am dan kandungan pelajarn yang hendak disampaikan. Perubahan aktiviti pengajaran haruslah lancer dan dikaitkan dengan langkah-langkah penyampaian diantar satu sama lain. Penggunaan alat bantu mangajar untuk mempelbagaikan pengalihan saruran deria haruslah dirangcang dan di sampaikan dengan teknkik yang berkesan. Setiap langakh penyampaian haruslah mengandungi aktiviti yang berbeza. Jika masa penyampaian sesuatu langkah mengajar melebihi 5 mint, corak aktiviti pengajaran haruslah dipelbagai. Guru haruslah mengubag rangsangan berdasrkan maklum balas yang didapati daripada pelajarannya.

6.2 Enam Komponen Kemahiran Variasi
i. komponen perubahan pergerakan langakah guru – guru bergerak ke kiri dan kanan, belakang dan depan semasa mengajar. Ia perlu dilakukan secara perlahan supaya tidak menggangu P&P dan tumpuan kanak-kanak
ii. komponen perubahan pergerakan angota badan guru- guru tidak hanya memggunakan bahagian badan yang baru contohnya tangan untuk menegaskan dan penyampaian
iii. komponen perubahan nada suara- guru tidak menggunakan suara yang mendatar tetapi perlu mengubah nada suara mengikut kepentingan bahan pengajaran
iv. kompenen perubahan focus deria pelajar- perhatian kanak-kanak akan berubah apabila guru mengubag cara mengajar dan menggunakan ABM
v. komponen perubahan bentuk lisan pelajar- kanak-kanak boleh dilibatkan secara lisan contohnya penggunaan bahasa
vi. komponen perubahan bentuk fizikal pelajar- perubahan bentuk fizikal pelajr seperti lakonan, menulis dan simulasi.

7.0 Kemahiran Menerang

Kemahiaran menerang diguanak untuk menyampaikan makliamat, konsep atau isi kandungan pelajaran pada pelajar, biasanya dalam peringkat perkembagan. Semasa menggunakan kemahiran menerang, guru member penerangan kepada pelajar tentang sesuatu isi pelajaran dengan menggunakan contoh, ilustrasi atau sumner pelajran
Dalam peringkat perancangn ini, guru juga boleh menggunakan kapur tulis untuk menulis isi penting pada papan tulisan supaya pelajar boleh memahami dan mererokodnya dalam buku nota mereka.

7.1 Panduan Penggunaan Kemahiran Menerang

Untuk menggunakan kemahiran menerang dan berkesan, guru hendaklah menahami dan mematuhi beberapa prinsip antaranya adalah guru hendaklah merancang aktiviti pengajaran dengan memilih cara dan bentuk penerangan yang sesuai. Masa untuk menggunakan kemahiran menerang hendaklah singkat. Pelajar-pelajar akan meras bosan jika penerangan yang panjang lebar oleh guru tanpa henti yang membuat anak muri duduk diam untuk menberi penerangan.

Mengekalkan minat pelajar terhadap penerangan kemahiran variasi rangsangan hendaklah digunakan, terutaman bagi penerapan yang memerlukan masa yang melebihi satu minit. Penerangan haruslah bedasarkan pengetahuan pelajar yang lepas sypaya mereka dapat mengikutinya dengan mudah dan bermakna. Seterusnya alat bantuan mengajar yang digunakan untuk membantu guru menerangkan sesuatu isi pelajaran hendaklah sesuai serta diuruskan dengan teknik yang berkesan. Selapas aktiviti perancangan, guru hendaklah mengalakan pelajar bertanya mana-mana perkara yang kurang faham.

8.0 Alat Bantuan Mengajar

Untuk meningkatkan keberkesanan aktiviti pengajaran dan pembelajaran berasakan bahan, guru haruslah memahami dan mematuhi prinsip-prinsip seperti bahan-bahan hendaklah dipilih berdasrkan kepada objektif yang ditentukan terlebih dahulu. Kandunganya hendaklah mengandungi fakta tepat serta sesuai digunakan mengikut kebolehan pelajar. Sekirannya buku teks di gunakan sebagai bahan pelajaran, kandungan hendaklah di baca oleh guru terlebih dahulu supaya mengenal pasti kelemahan dalam kandungan yang akan diajarkan. Proses penggunaan bahan pelajar dalam bilik darjah hendaklah dirancang mengikut langkah-lanagkah pelajaran yang disampaikan. Ianya termasuk set induksi seperti menerangkan cara dan tujuan penggunaan bahan pelajaran hendaklah dirancang. Selain itu, aktiviti menilai kebersanan penggunaan bahan-bahan pelajaran hendaklah diadakan. Aktiviti mengandungi aktuviti memerhati, soal jawab atau ujian. Ia bertujuan untuk mengukuhkan pelajaran yang baru disampaikan serta membolehkan guru mengenal pasti kebaikan dan kelemahan penggunaan bahan pelajaran.

9.0 Kemahiaran Penutup

Penutup haruslah sesuai dengan objektif dan Penutup haruslah sesuai dengan objektif dan aktiviti pelajaran yang telah disampaikan. aktiviti pelajaran yang telah disampaikan. Semasa penutup ini aktiviti susulan juga harus Semasa penutup ini aktiviti susulan juga harus dirancang dengan teliti dan ada dirancang dengan teliti dan ada kesinambungan dengan pelajaran akan kesinambungan dengan pelajaran akan datang.

Tujuan penutup adalah untuk menarik perhatian perhatian pelajar tentang pelajaran perhatian perhatian pelajar tentang pelajaran baru yang dipelajari, mengukuhkan konsep, baru yang dipelajari, mengukuhkan konsep, prinsip atau kemahiran baru, mewujudkan perasaan pencapaian dan kejayaan dan perasaan pencapaian dan kejayaan dan peluang mengaplikasi konsep dan kemahiran peluang mengaplikasi konsep dan kemahiran baru.




10.0 Kaedah Mengajar Dalam Sesuatu Aktiviti Pengajaran Dan Pembelajaran
Ada dua perkataan yang hampir-hampir sama maksudnya dengan kaedah dan ia memang tergolong dalam kaedah juga, iaituteknik dan pendekatan. Mok Soon Seng (1992) mengatakan pendekatan ialah cara mendekati sesuatu mata pelajaran. Iaitu cara bagaimana suatu mata pelajaran diajar berdasarkan objektifnya. Jadi ia merupakan satu set teori yang sistematik. Kaedah pula ialah satu siri tindakan yang sistematik dengan tujuan mecapai objektif pelajaran dalam jangka masa pendek. Kaedah mengajar ialah cara mendekati sesuatu objektif pelajaran dengan langkah penyampaian yang tersusun (Mok Soon Seng 1992). Manakala teknik pula ialah kemahiran guru dalam pengelolan dan pelaksanaan kaedah mengajar dalam sesuatu aktiviti pengajaran dan pembelajaran. Mengikut Azman Wan Chik (1987) teknik itu apa yang dilihat dalam bilik darjah. Kalau guru mengajar bahasa dengan menggunakan alat-alat komunikasi canggih dalam makmal bahasa, maka itu satu teknik. Sekiranya seorang guru Pendidikan Islam mengajar pelajar menghafaz Al-Qur`an dengan mendengar bacaan dalam pita kaset, maka ini dikatakan teknik.
Sharifah Alwiah Alsagoff (1986) mengatakan bahawa kaedah mengajar ialah peredaran ke arah satu tujuan pengajaran yang telah dirancangkan dengan teratur. Hasan Langgulung (1981) pula mengatakan bahawa kaedah itu sebenarnya bermaksud jalan untuk mencapai tujuan. Jadi, apa saja cara yang guru lakukan untuk memberi faham kepada pelajar bagi mencapai objektif pengajaran, maka itu adalah kaedah. Melihat kepada misal-misal yang diutarakan oleh Sharifah Alwiah Alsagoff (1986), Mok Soon Seng (1992), Rashidi Azizan & Abdul Razak Habib (1995), Atan Long (1980) dan Mahfudh Salahuddin (1987), nampaknya yang dikatakan kaedah itu ialah yang ada nama, seperti kaedah kuliah, demonstrasi, Socrates, simulasi, inquiri penemuan, Forebel dan sebagainya.
Abu Saleh (1988) mengatakan bahawa kaedah itu ialah satu aktiviti pengajaran yang mengandungi langkah-langkah yang tersusun dan dalam tiap-tiap langkah itu pula mempunyai kemahiran dan latihan yang terancang. Padanya, kaedah mengajar bukanlah tujuan utama pengajaran, tetapi ia merupakan wasilah, iaitu satu jalan untuk mencapai obektif pengajaran.
Demikian juga dengan Hasan Langgulung (1981) mengatakan bahawa kaedah itu sebenarnya bermaksud jalan untuk mencapai tujuan. Jadi apa sahaja cara tiandakan dan aktiviti yang dilakukan oleh guru untuk memberi faham kepada pelajar bagi mencapai objektif pengajaran maka itu adalah kaedah, walau pun ia tidak mempunyai nama-nama khas, seperti yang dibawa oleh Sharifah Alwiah, Atan Long (1981) dan lain-lain.
Berdasarkan kepada ini bermakna tidak ada satu kaedah yang terbaik untuk semua mata pelajaran bagi semua pelajar dalam semua keadaan. Kaedah harus berubah mengikut keadaan masa, tempat dan pelajar. Dengan demikian, guru harus pandai memilih kaedah yang baik, yang sesuai dengan keadaan masa, tempat dan pelajar.
An-Nashmy (1980) mencadangkan supaya guru memilih kaedah yang boleh memberi kesan yang mendalam bukan sahaja kepada kefahaman pelajar yang diajar, malah yang memberi kesan kepada jiwa dan menyentuh perasaan pelajar. Dengan cara ini pelajar akan memberi tumpuan yang padu dan dapat mengingati pelajaran dengan lebih cepat dan bertahan lebih lama. Untuk mencapai hasrat ini guru haruslah pandai memilih pendekatan yang sesuai dan teknik yang menarik dan ditambah pula dengan Bahan Bantu Mengajar (BBM) yang canggih dan menarik.
Kaedah pengajaran yang baik ialah yang mempunyai langkah-langkah dan strategi yang tersusun serta objektif yang tepat dan boleh dicapai. Di samping itu, matlamat yang hendak dituju juga mestilah terang dan jelas. Strategi pengajaran ialah satu yang sangat penting dalam setiap aktiviti pengajaran dan pembelajaran. Congelosi (1992) mencadangkan bahawa setiap pengajaran harus terlebih dahulu disediakan rancangannya dan dalam rancangan pengajaran ini harus mempunyai perkara-perkara berikut, iaitu:
1. Tujuan am (learning goal)
2. Objektif pelajar (specific objective)
3. Langkah-langkah pengajaran yang mengandungi aktiviti-aktiviti tertentu untuk menolong pelajar mencapai objektif pelajaran
4. Perlu ada makanisma untuk memantau kemajuan pelajar
5. Penilaian (sumative evaluation) untuk mengukur pencapaian pelajar

Perrott (1986) menerangkan semua aktiviti itu dalam tiga istilah yang lebih mendasar, iaitu Planning,Implementation dan Evaluation. tiga perkara ini dan juga langkah-langkah yang dikemukakan sebelum ini merupakan asas pengajaran yang berkesan, di sampiang pengetahuan yang patut ada pada guru. Langkah-langkah ini disusun demikian rupa untuk menjadikan pengajaran dan pembelajaran sesuatu yang menarik dan berkesan. Ini yang dikatakan pengajaran yang berkesan (effective teaching). Pengajaran dan pembelajaran yang baik, menarik dan berkesan tidak dapat diwujudkan jika tidak memenuhi kriteria tertentu seperti yang dibincangkan di atas. Guru yang mampu menjalankan pengajaran dan pembelajaran yang berkesan ini ialah guru yang didikasi, mempunyai wawasan yang jelas dan mengajar dengan penuh semangat untuk mencapai objektif yang terancang dengan langkah-langkah yang tersusun dengan menggunakan BBM yang menarik dan dengan pergerakannya yang cukup lincah. Inilah dia guru yang efektif (effective teacher).
“…effective teacher is one who is able to demonstrate the
ability to bring about intended learning goals”. Parrott (1986:5)

Oleh itu, guru haruslah merancang dengan cukup rapi sebelum memasuki kelas. Ini termasuklah strategi pengajaran yang merangkumi isi kandungan, objektif yang hendak dicapai, pendekatan, kaedah dan teknik penyampaian, BBM yang sesuai dan penilaian yang akan dijalankan. Satu yang perlu diingatkan ialah tentang pendidikan Islam atau penerapan nilai Islam. Ini juga harus dirancang dengan saksama. Iaitu apa yang hendak dipesan kepada pelajar, apa nasihat yang akan diberi, apa nilai yang hendak ditonjokan supaya pelajar ikut dan contohi dan sebagainya. Guru harus sedar bahawa mata pelajaran Pendidikan Islam bukan sahaja untuk lulus peperiksaan, tetapi untuk menjadi seorang Islam yang beramal dengan ajaran Islam dengan cara yang betul.
Jadi, penekanannnya ialah penghayatan Islam, bukannya peperiksaan. Kalau guru mengajar terlalu terikat dengan orientasi peperiksaan, guru hanya berjaya menyampaikan ilmu Islam, tetapi gagal memberi pendidikan Islam, iaitu gagal mendidik anak-anak untuk menjadi orang Islam bagi memikul tugasnya sebagai hamba dan khalifah Allah.
Demikian juga dengan istilah guru berkesan (effective teacher). Ia bukan sahaja memberi kesan dalam bidang pelajaran yang diajar, mudah faham dan diminati oleh pelajar, tetapi yang boleh menjadi contoh kepada pelajar dari segala aspek personaliti, kerana personaliti guru mempengaruhi sikap pelajar (Huitt, 1994). Ini termasuklah gaya bercakap, kekemasan berpakaian, penghayatan nilai Islam, penjagaan masa pengajaran (engagement time), ketepatan masa dalam setiap perjanjian, keadilan dalam layanan dan sebagainya. Ini semua mencerminkan guru muslim (Al-Ghazali, 1988; Al-Ibrashy, 1976).













Rujukan

Atan Long (1981). Kaedah am mengajar. Kuala Lumpur: Fajar Bakti.
Hj Daut Yusup (2010) Pengajian mikro.Fakulti Pendidikan Dan Pengajian Bahasa. UNISEL
Mok Soon Seng (1992). Pedagogi 2: Strategi pengajaran pembelajaran
mikro. Kuala Lumpur: Kumpulan Budiman.
Rashidi Azizan dan Abdul Razak Habib (1995). Pengajaran dalam bilik
darjah, kaedah & strategi. Kajang: Masa Enterprise.
Sharifah Alwiah Alsagoff (1986). Ilmu pendidikan: pedagogi. Kuala
Lumpur: Heinemann, ctk. 4.

isu pengunaan metematik dan sains dalam bahasa english

1.0 Pengenalan

Sejak akhir-akhir ini isu pembelajaran sains dan matematik dalam bahasa Inggeris menjadi salah satu isu yang hangat diperkatakan di seluruh pelusuk negara. Selepas beberapa tahun ianya diperkenalkan hanya baru-baru ini timbul satu gerakan besar-besaran meminta kerajaan menghapuskan perlaksanaan dasar ini. Mungkin perasaan ketidakpuasan hati mereka sudah meluap-luap agaknya. Pengajaran dan Pembelajaran Sains dan Matematik dalam Bahasa Inggeris (PPSMI) merupakan satu dasar pendidikan baharu yang telah dicetuskan oleh bekas Perdana Menteri Malaysia, iaitu Tun Dr. Mahathir Mohamad semasa pentadbiran beliau. Sepanjang proses pelaksanaannya, ia telah mendapat bantahan dari pelbagai pihak, sehinggalah pada 8 Julai 2009, Tan Sri Muhyidin Yassin yang juga merupakan Menteri Pelajaran telah mengambil langkah berani dengan memansuhkan dasar PPSMI ini bermula pada tahun 2012.

Dasar ini telah termaktub sebagai keputusan dasar kerajaan Malaysia hasil daripada Mesyuarat Khas Jemaah Menteri pada 19 Julai 2002. Berdasarkan Kementerian Pelajaran Malaysia, dasar ini dilaksanakan secara berperingkat dan ia bermula pada sesi persekolahan tahun 2003 dengan perintisnya ialah semua murid Tahun 1 untuk Peringkat Sekolah Rendah dan Tingkatan 1 serta Tingkatan 6 Rendah untuk peringkat Sekolah Menengah Pelaksanaan penuh PPSMI ialah pada tahun 2007 untuk peringkat Sekolah Menengah sementara peringkat Sekolah Rendah ialah pada tahun 2008.

Dasar ini secara ringkasnya boleh dikatakan sebagai satu dasar yang menggunakan bahasa Inggeris bagi menggantikan bahasa Melayu untuk mendedahkan pelajar mengenai mata pelajaran Sains dan Matematik. Hal ini telah menimbulkan pelbagai reaksi pihak tertentu seperti Kesatuan Guru-Guru Melayu Malaysia Barat, Dewan Bahasa dan Pustaka, GAPENA dan sebagainya. Mereka berpendapat bahawa pelaksanaan PPSMI ini akan memberi banyak kesan terhadap bangsa dan agama.




2.0 Kesan Positif kepada Bangsa dan Negara

Sejak dasar ini diperkenalkan pada tahun 2003 sehinggalah kepada keputusan untuk dimansuhkan bermula tahun 2012, isu ini sering mendapat pandangan negatif. Terdapat pelbagai kenyataan bahawa dasar ini akan melenyapkan jati diri dan budaya orang Melayu. Alasan ini diberikan oleh mereka yang berfikiran sempit sedangkan dasar ini sepatutnya dilihat melalui perspektif pada mula ia dilaksanakan. Kementerian Pelajaran telah melaksanakan PPSMI ini sejak tahun 2003 berdasarkan kepada persetujuan jemaah Menteri. Keputusan yang diambil itu adalah salah satu langkah ke hadapan yang sangat pragmatik selaras dengan wawasan 2020 untuk menzahirkan Malaysia sebagai sebuah negara maju mengikut acuan sendiri. (Utusan Malaysia, 3 Mac 2009). Pelaksanaan dasar ini memberi kesan yang positif kepada pelbagai pihak.

2.1 Kesan kepada Pelajar

Inilah tujuan sebenar PPSMI diperkenalkan iaitu untuk mendedahkan pelajar kepada masa depan yang cenderung kepada era globalisasi. Penggunaan Bahasa Inggeris dalam subjek Sains dan Matematik jika dinilai dari sudut yang positif ia akan membantu pelajar jika mereka ke luar negara dan sebaliknya, kerana di peringkat antarabangsa sekalipun, Inggeris dijadikan sebagai bahasa pengantar untuk berkomunikasi dengan bangsa lain. Kesan ini seharusnya dilihat daripada kesan jangka masa yang panjang. PPSMI ini bukan bertujuan mendera pelajar, tetapi untuk meningkatkan martabat bangsa dan Negara kita.(Utusan Malaysia, Julai 2009)

Dasar ini merupakan satu platform atau peluang kepada pelajar untuk mendalami bahasa Inggeris dengan lebih mudah. Seharusnya pihak pembangkang perlu memikirkan ke arah masa depan, iaitu semua syarikat kini tidak kira swasta atau kerajaan telah menetapkan syarat iaitu fasih berbahasa Inggeris untuk bekerja. Jika PPSMI ini dimansuhkan maka anak-anak tidak akan berpeluang untuk mendalami bahasa Inggeris kerana dalam seminggu, cuma beberapa jam sahaja subjek bahasa Inggeris didedahkan sedangkan semua maklumat dalam internet dan sebagainya terlalu banyak dalam Bahasa Inggeris. Jika aspek ini diabaikan, kemungkinan besar generasi seterusnya akan ketinggalan jauh dengan kemajuan dunia yang semakin dikuasai oleh bahasa Inggeris. Bahasa Melayu tidak akan tercabar walaupun PPSMI dilaksanakan kerana ia merupakan bahasa pertuturan masyarakat seharian. (Utusan Online,Mac 2009).

Jika dilihat kepada reaksi Kumpulan Bertindak Ibu Bapa bagi pendidikan (Page) pula, mereka mahu sekolah aliran kebangsaan diberi pilihan untuk meneruskan dasar PPSMI ini. Syor yang telah dibuat oleh Page di tujuh sekolah di Selangor dan Kuala Lumpur baru-baru ini mendapati purata sebanyak 97 peratus ibu bapa mahu sekolah anak-anak mereka diberi pengecualian daripada pemansuhan PPSMI. Tujuan mereka bukan untuk membantah pemansuhan PPSMI, tetapi mahu sekolah diberi pilihan kerana anak mereka mendapat manfaat daripada pengajaran Sains dan Matematik dalam bahasa Inggeris. (Utusan Malaysia online, 23 Oktober 2009)

2.2 Kesan kepada Nasionalisme

Nasionalisme merujuk kepada semangat cinta akan negara. Ramai yang menganggap apabila PPSMI ini dilaksanakan, bahasa Melayu akan ketinggalan. Mempelajari Bahasa Inggeris ini tidak berbeza daripada menghantar penuntut kita ke luar negara dan sebagainya kerana mereka pergi belajar sebagai orang melayu dan akan pulang tanpa menjejaskan kemelayuan mereka. Melalui hal ini juga mereka menjadi lebih bersemangat untuk membantu memartabatkan negara ini supaya setanding dengan negara maju yang lain seperti China, Jepun dan sebagainya.

Sains dan Matematik adalah satu bidang ilmu yang sangat dinamik dengan pelbagai inovasi dan penemuan baharu yang berlaku hampir setiap hari melalui penyelidikan dan pembangunan. Bidang ini merupakan asas penting kepada kemajuan dan pembangunan. Sebahagian besar maklumat terkini mengenai sains dan teknologi ditulis atau disampaikan dalam bahasa Inggeris. Oleh yang demikian, pendedahan awal kepada Sains dan Matematik dalam bahasa Inggeris akan memberi peluang kepada pelajar untuk menguatkan asas bagi memperoleh maklumat dan ilmu terutamanya dalam bidang sains dan matematik.



2.3 Kesan kepada Negara

Berdasarkan kepada perlaksanaan PPSMI ini, ia dapat memberi peluang kepada negara kita, Malaysia untuk berdiri setanding dengan negara maju yang lain. Jika dilihat kepada penggunaan bahasa yang sering digunakan oleh pemimpin dan juga penutur yang mempunyai bahasa yang berlainan, didapati bahawa bahasa Inggeris menjadi bahasa perantaraan yang paling utama. Melalui pelaksanaan ini, kita dapat mendedahkan penggunaan bahasa ini bermula sejak dari kecil lagi seperti pepatah Melayu (melentur buluh biarlah dari rebungnya). Sebarang permasalahan tidak akan timbul kerana langkah yang dilaksanakan ini merupakan salah satu langkah yang wajar dalam usaha memodenkan murid dengan penggunaan bahasa antarabangsa supaya mereka tidak ketinggalan jauh di belakang.

Memang ramai yang menentang mengenai pelaksanaan ini. Mereka beranggapan dengan terlaksananya dasar ini, bahasa Melayu akan terhapus. Anggapan ini tidak berasas sama sekali kerana penggunaan bahasa Inggeris cuma akan berubah dengan mendedahkannya kepada subjek Sains dan Matematik. Bahasa Melayu akan tetap diajar seperti biasa. Bahasa Melayu akan tetap menjadi bahasa Kebangsaan dan bahasa perantaraan, manakala bahasa Inggeris akan menjadi bahasa kedua. Tidak salah sekiranya kedua-dua bahasa ini kita boleh kuasai dalam masa yang sama, kerana ia tidak merugikan. Jangan pula kita seolah-oah menjadi seperti “katak di bawah tempurung”

Berdasarkan kepada pernyataan di atas, dapat disimpulkan bahawa mereka yang menentang dasar ini dilanjutkan tidak suka melihat generasinya berubah. Golongan ini melihat dasar PPSMI hanya untuk jangka masa yang pendek, sedangkan perkara ini perlu dilihat kepada jangka masa yang lama. Era globalisasi yang semakin membangun dengan pesatnya akan terus meninggalkan kita jika kita tidak mengejarnya. Malah, menggerunkan lagi jika pembangunan yang dilakukan oleh negara kita, Malaysia akan mengalami kemunduran kerana gagal menggunakan bahasa Inggeris bagi tujuan berkomunikasi dengan orang ramai dari luar negara dan sebagainya.


3.0 Kesan Negatif kepada bangsa dan Negara

Berdasarkan kepada memorandum mengenai Pelaksanaan Fasal 152 Perlembagaan Malaysia yang mengatakan mengenai bahasa Inggeris sebagai bahasa kedua atau sebagai salah satu mata pelajaran yang diwajibkan di sekolah-sekolah, di maktab-maktab dan juga di Universiti. (Persatuan Linguistik Malaysia, 2002:34). Berdasarkan kepada pelaksanaan PPSMI terdapat kesan-kesan negatif yang berlaku sepanjang perlaksanaannya.



3.1 Kesan PPSMI kepada Bahasa Melayu

Perlaksanaan PPSMI ternyata amat memberi kesan yang negatif kepada Bahasa Melayu. Hal ini dapat dilihat apabila bahasa Melayu yang dahulunya berfungsi sebagai bahasa pengantar di semua sekolah kini telah diabaikan, dan bahasa Inggeris pula bermain di mulut pelajar dan juga tenaga pengajar. Bahasa Melayu yang sebelum ini terkenal dengan kata-kata bahawa “bahasa melambangkan bangsa” sudah tidak wujud lagi semenjak PPSMI dilaksanakan. Seharusnya kita mengambil pengajaran dari negara-negara lain yang kuat mempertahankan bahasa mereka sebagai bahasa utama dan hal ini terbukti apabila negara seperti Rusia, Jepun telah muncul sebagai satu kuasa besar tanpa mengabaikan bahasa mereka.

Perlaksanaan PPSMI ini ternyata telah mengenepikan segala usaha yang dibuat untuk menjadikan bahasa Melayu sebagai bahasa ilmu yang berkeupayaan tinggi bagi mendidik anak bangsa khususnya pelajar Melayu dan juga warganegara yang lain. Seharusnya hal ini tidak perlu diberikan penjelasan yang lebih lebar kerana masing-masing sudah mengetahui bahawa Bahasa Melayu mempunyai kedudukan yang istimewa dalam Perkara 152 Perlembagaan Persekutuan sebagai bahasa Kebangsaan. Oleh itu, sebagai rakyat Malaysia yang prihatin, idea PPSMI ini tidak perlu dilaksanakan kerana ia menggugat kedudukan bahasa melayu sebagai bahasa utama negara ini. Pelaksanaan ini ternyata telah gagal untuk memartabatkan bahasa Melayu dan ia perlu dimansuhkan dengan serta merta.

Proses untuk menjadikan bahasa Melayu sebagai bahasa ilmu dan juga bahasa moden akan terhenti dan seterusnya bahasa ini akan digunakan sebagai bahasa pasar semata-mata. PPSMI selalu dihujahkan bahawa perubahan hanya bagi dua mata pelajaran semata-mata tetapi hakikatnya jauh berbeza. Berkemungkinan besar akan diputuskan pula penggunaan Bahasa Inggeris dalam mata pelajaran yang berkaitan dengan subjek Sains dan Matematik seperti Perakaunan, Perdagangan, Ekonomi Asas dan sebagainya. Jika hal ini berlaku, maka akhirnya sebahagian besar atau hampir kesemua mata pelajaran akan diajarkan dalam bahasa Inggeris dan ketika itu bahasa Melayu yang ditetapkan sebagai bahasa pengantar utama dalam sistem pendidikan di negara ini akan kehilangan fungsinya (Kamal Syukri, 2007: 62).

3.2 Kesan kepada Sekolah Kebangsaan

Pelaksanaan PPSMI ini juga turut memberi kesan yang negatif kepada sekolah kebangsaan. Kedudukan bahasa Inggeris yang kini semakin menapak di negara kita telah menyebabkan wujud pelbagai jenis sekolah yang menggunakan bahasa Inggeris sebagai bahasa pengantar. Penggunaan bahasa ini lebih dominan dalam perundangan dan pentadbiran khususnya, berbanding dengan bahasa Melayu sama ada dari aspek penulisan dan lisan. Kesan daripada hal ini akan menyebabkan ibu bapa berkejar-kejar untuk menghantar anak-anak mereka ke sekolah Inggeris termasuklah anak-anak menteri sendiri supaya anak-anak mereka lebih berpengetahuan luas dalam bahasa Inggeris. (Persatuan Linguistik Malaysia: 2002)

Kesan daripada perkara ini, nasib sekolah kebangsaan akan mengalami risiko kekurangan pelajar dan seterusnya nasib bahasa melayu juga akan terpinggir. Bukan itu sahaja, dengan kekurangan pelajar yang akan mendalami bahasa melayu, lebihan guru juga akan berlaku kerana profesion yang mereka pilih adalah bahasa Melayu dan bukannya bahasa Inggeris. Hal ini juga akan menyebabkan berlaku pengangguran terhadap guru bahasa melayu dan penawaran kepada guru bahasa Inggeris pula semakin bertambah. Sekolah Kebangsaan di luar bandar mungkin tidak mengalami nasib seperti ini kerana disana mereka masih lagi didedahkan kepada pengajaran dalam bahasa melayu. Namun, jika berdasarkan kepada pelaksanaan PPSMI ini, mereka pula ketinggalan jauh daripada pelajar Bandar dalam penggunaan Bahasa Inggeris.

3.3 Kesan kepada Kualiti Peperiksaan

Pelaksanaan PPSMI juga turut mempengaruhi kualiti peperiksaan pelajar. Berdasarkan kepada keputusan sebelum ini yang menggunakan bahasa melayu sebagai bahasa pengantar, prestasi yang diperolehi oleh pelajar agak memberansangkan. Namun terdapat juga yang sekadar cukup makan. Hal ini akan menjadi rumit apabila secara drastiknya, bahasa Inggeris kini mengambil alih sebagai bahasa yang digunakan dalam penyediaan kertas soalan. Kebanyakan pelajar tidak memahami soalan kerana perlu memahami soalan dalam bahasa Inggeris untuk menghasilkan jawapan yang tepat.

Berdasarkan kepada hasil kajian daripada universiti-universiti tempatan pula didapati tahap peningkatan penguasaan bahasa Inggeris murid adalah nominal, iaitu tidak lebih tiga peratus sepanjang pelaksanaan dasar ini. (Utusan Malaysia, Julai 2009). Piawaian peperiksaan di Malaysia telah dipermudahkan sehingga kesannya amat ketara terhadap kualiti pelajar yang memperolehi bilangan ‘A’. Hal ini telah menyebabkan graduan yang keluar dari universiti tidak menepati kualiti yang telah ditetapkan.

Hal ini telah menyebabkan institusi pendidikan telah dikritik kerana menghasilkan graduan yang tidak berkualiti. Hampir 30% daripada 132,000 pelajar kolej komuniti, politeknik, dan universiti awam hanya menguasai tahap satu dan tahap dua dalam Malaysian University English Test (MUET) dan ia merupakan tahap paling terendah untuk pelajar di peringkat mereka. Berdasarkan masalah ini kita perlu melihat kepada aspek pendidikan sejak di sekolah rendah dan sekolah menengah.

3.4 Kesan PPSMI kepada Pelajar

Berdasarkan kepada pelaksanaan PPSMI, pihak yang paling kuat menerima tempiasnya ialah pelajar. Banyak pihak berpendapat bahawa PPSMI ini wajar dilanjutkan jika berdasarkan kepada pencapaian pelajar yang semakin meningkat. Memang dapat diakui sekiranya pelajar tinggal di bandar keputusan mereka meningkat kerana kemudahan yang lengkap dan juga mempunyai tenaga pengajar yang berkualiti. Sebaliknya bukan salah pelajar yang tinggal di luar bandar jika pencapaian mereka merosot kerana instransfruktur yang mereka perolehi berlainan dengan pelajar yang tinggal di bandar. Sistem ini membawa banyak masalah sehingga menjejaskan pencapaian anak-anak di luar bandar dan juga kekurangan guru yang mahir untuk mengajar sains dan matematik dalam bahasa Inggeris. (Dr.Mohamad Khir Toyo, Julai 2009)

Bukan itu sahaja, terdapat beberapa kajian daripada pelbagai pihak yang mengatakan bahawa guru juga bersalah dalam hal ini iaitu guru yang mengajar di luar bandar lebih suka mencampuradukkan antara bahasa Melayu dengan Bahasa Inggeris dalam pengajaran dan pembelajaran (P&P). Berdasarkan kepada hasil penyelidikan yang dibuat oleh penyelidik-penyelidik akademik, bahawa berlaku penurunan mendadak ke atas pencapaian pelajar khususnya pelajar melayu diluar Bandar


Dalam hal ini juga, anak-anak di luar bandar yang majoritinya orang Melayu mengalami gangguan dalam penguasaan ilmu Sains dan Matematik daripada bahasa asing. Hal ini berlaku kerana pelajar mengalami masalah yang memaksa mereka memindahkan konsep-konsep sains dan Matematik daripada bahasa asing ke dalam bahasa ibundanya. Berdasarkan kajian yang dibuat oleh Nor Hashimah Jalalludin (2002), ketidaksediaan pelajar dalam mempelajari subjek Sains dan Matematik dalam Bahasa Inggeris yang menyebabkan pencapaian mereka semakin merudum. Kajian ini juga menunjukkan bahawa 75% pelajar tidak setuju Sains dan Matematik diajarkan dalam Bahasa Inggeris, 77% setuju bahawa bahasa melayu mampu menyampaikan Sains dan Matematik dengan berkesan dan 70% yakin akan cemerlang dalam Sains dan Matematik jika diajarkan dalam bahasa melayu.

Bukan itu sahaja, persatuan pendidikan Tamil menunjukkan kerisauan terhadap murid-murid SJK(T) yang kebanyakannya berasal daripada keluarga yang miskin akan menghadapi keciciran kerana ketidakmampuan menguasai bahasa Inggeris yang sekaligus memburukkan lagi keadaan ekonomi masyarakat India kerana anak-anak sukar disalurkan ilmu untuk menaiktarafkan hidup masyarakat mereka.


3.5 Kesan PPSMI kepada perpaduan kaum

Berdasarkan kepada kajian awal, sekiranya bahasa Inggeris digunakan dalam pengajaran dan pembelajaran bagi subjek Sains dan Matematik dikhuatiri ia akan menyebabkan semangat perpaduan antara kaum musnah sehingga memberi kesan yang amat besar kepada bangsa dan Negara Malaysia. Sekiranya pelajar masing-masing mengamalkan bahasa yang berlainan dalam pergaulan seharian mereka, akan berlaku salah faham antara mereka dan pelajar yang hanya mengetahui bahasa melayu yang akan memahami antara satu sama lain.

Perkembangan penggunaan Bahasa Melayu pada hari ini, ramai pelajar Cina dan India lebih menjurus kepada bidang yang berkaitan dengan bahasa melayu lebih suka berinteraksi dalam bahasa Melayu sesama mereka dan dengan pelajar melayu. Jadi hal ini menunjukkan bahawa bahasa melayu dapat memperkembangkan lagi semangat perpaduan dan ini menunjukkan sudah ada tanda-tanda kejayaan pendidikan Melayu. Hal ini menunjukkan bahawa pelaksanaan PPSMI ini, akan mencalarkan nama Bahasa Melayu yang dikenali dengan bahasa perpaduan dan merupakan satu manifestasi sistem pendidikan aliran melayu.(Shaharir bin Mohamad zain, 2007: 11).

3.6 Kesan kepada Bilangan Guru

Pihak tenaga pengajar juga akan turut terkena tempias terhadap pelaksanaan PPSMI ini. Berdasarkan kepada pencapaian pelajar yang merudum jatuh, khususnya di kawasan pedalaman adalah disebabkan factor guru yang mengajar mereka. Hal ini terbukti apabila kajian yang dibuat telah memberikan jawapan bahawa guru mengajar pelajar dengan menggunakan bahasa yang bercampur. Pelaksanaannya yang terlalu drastik telah menyebabkan guru-guru terpaksa mempersiapkan diri dalam sekelip mata bagi memastikan hasrat kerajaan tercapai. Hal ini akan menyebabkan kualiti dan kuantiti pelajar yang cemerlang hanya sekadar cukup makan kerana pengajaran dan pembelajaran yang dibuat oleh guru adalah tergesa-gesa.


Bukan itu sahaja disebabkan oleh ganjaran yang kerajaan tawarkan kepada guru sebagai bonus untuk mengajar subjek Sains dan Matematik dalam bahasa Inggeris, telah menyebabkan terdapat segelintir guru yang tidak mempunyai kecekapan dalam subjek Bahasa Inggeris mengambil tugas tersebut. Hal ini diibaratkan seperti “batuk di tepi tangga”.

Daripada sejumlah 181,340 orang guru di sekolah rendah pada tahun 2004, dianggarkan kira-kira 80,000 orang terlibat dalam pengajaran Sains dan Matematik dalam dan semuanya terlatih dalam bahasa Melayu. Dengan pelaksanaan dasar tersebut secara mendadak, maka berlakunya masalah pengajaran dalam kalangan guru-guru. Jika dilihat kepada pelaksanaan ini, ia memerlukan komitmen yang tinggi oleh guru yang telah dilatih kerana ia mengambil masa yang panjang. Jika guru yang akan mengambil alih untuk mengajar subjek Sains dan Matematik ini tidak menguasai sepenuhnya bahasa Inggeris, dikhuatiri akan menyebabkan pengajaran dan pembelajaran hanya akan berpusatkan kepada guru semata-mata. Pelajar-pelajar akan menjadi bosan dan seterusnya pelaksanaan PPSMI ini hanya akan tinggal sejarah.

Dasar ini diperkenalkan pada peringkat awal dahulu, kebanyakan guru bagi mata pelajaran Sains dan Matematik ini tetap di tahap yang lama. Kursus yang ditawarkan oleh kerajaan cuma dalam masa yang singkat dan tidak mungkin guru yang telah dilatih itu dapat menguasai seluruhnya tentang bahasa Inggeris apatah lagi jika guru tersebut adalah dari daerah pedalaman yang mana bahasa Melayu sudah sebati dengan diri mereka. Kesan daripada masalah ini, berlaku kekurangan guru yang pakar dalam bahasa Inggeris, sedangkan pelajar semakin bertambah. Jadi secara tidak langsung perkara ini akan menyebabkan berlaku lebih banyak panggangguran kerana pelaksanaan PPSMI ini cuma memerlukan guru yang berpengetahuan tinggi dalam bahasa Inggeris.

3.7 Kesan kepada Media Massa yang Berbahasa Melayu

Jika dahulu sebelum bahasa Melayu diperkenalkan, segala urusan dilakukan dengan menggunakan huruf jawi. Namun lama-kelamaan ia telah dilupakan dan bahasa Melayu mengambil alih tempat tersebut. Jika dahulu, wujud akhbar dan majalah yang membantu memartabatkan bahasa Melayu di rantau asia sekaligus menjadi alat perjuangan bangsa Melayu. Contohnya surat khabar Utusan Melayu, Berita Harian dan sebagainya. Namun kini akhbar-akhbar Melayu semakin ketinggalan kerana kewujudan akhbar dan majalah yang berbahasa Inggeris seperti The Star, New Straits Times dan sebagainya. Hasil dari perlaksanaan PPSMI ini dapat dilihat apabila akhbar Melayu kini telah berada di tempat ketiga di belakang akhbar berbahasa Mandarin dan Inggeris. Bayangkan jika PPSMI ini tetap dilanjutkan, maka nasib akhbar melayu akan menerima nasib yang sama dengan akhbar yang menggunakan tulisan jawi sebagai wadah untuk pembaca.

Hanya sesudah pegawai-pegawai kerajaan menguasai bahasa Inggeris dengan memuaskan, kerajaan negeri akan berfikir untuk melancarkan fasa kedua, iaitu surat menyurat akan dibuat dalam Bahasa Inggeris.(The Star, Jun 2002). Kenyataan ini cukup membuktikan bahawa tujuan utama Kerajaan melaksanakan PPSMI ini adalah menggunakan bahasa Inggeris dalam pentadbiran kerajaan dan pegawai kerajaan digalakkan menulis surat dalam bahasa Inggeris bukan untuk meraik ilmu dan pengetahuan dan ternyata pelaksanaan PPSMI ini mempunyai agenda lain di sebaliknya.

Jika dilihat kesan yang akan datang dengan pelaksanaan PPSMI ini bahasa Melayu akan berhenti menjadi bahasa sains dan teknologi maklumat. Apabila bahasa Melayu tidak diperlukan untuk bidang sains dan teknologi, segala majalah, buku dan akhbar akan terkubur begitu sahaja dan istilah baharu juga tidak akan diperlukan. Lama-kelamaan bahasa melayu akan hilang kuasanya sebagai bahasa moden dan bahasa ilmu, sebaliknya hanya akan menjadi bahasa pasar semata-mata. Penerbit akan terpaksa memilih sama ada menerbitkan ruang-ruang dalam bahasa Inggeris atau menukarnya menjadi akhbar Inggeris sahaja (Abu Bakar Abd Hamid, 2007: 35-44)








Kesimpulan

Berdasarkan kepada perbincangan di atas dan juga jika dilihat kepada data yang telah diambil daripada sumber yang sahih, perlaksanaan PPSMI lebih banyak mendatangkan kesan yang negatif berbanding kesan yang positif. Hal ini dapat dilihat berdasarkan kajian dan juga pencapaian pelajar yang semakin merosot. Ekoran dari hal ini, Timbalan Perdana Menteri, Tan Sri Muhyiddin Yassin telah mengambil langkah yang bijak dengan melakukan pemansuhan terhadap PPSMI ini yang akan dilakukan secara berperingkat mengikut kaedah ‘soft landing’ mulai tahun 2012. Langkah kerajaan untuk memansuhkan dasar ini dianggap sebagai satu kerajaan rakyat. Hal ini kerana jika dasar ini dimansuhkan ia juga akan memberi kesan yang positif kepada pelajar di sekolah Cina dan juga sekolah Tamil kerana bahasa ibunda yang digunakan oleh mereka sebelum ini boleh digunakan seperti biasa.

Kerajaan juga mengakui bahawa bahasa Inggeris merupakan satu bahasa yang penting yang harus dikuasai oleh semua individu. Oleh hal yang demikian, kerajaan telah menubuhkan satu dasar yang dikenali sebagai dasar Memartabatkan Bahasa Melayu dan Memperkukuhkan Bahasa Inggeris (MBMMBI) bagi menggantikan PPSMI. Dasar ini akan dimulakan pada tahun 2011 bagi murid tahun 1 mulai 2011. Tujuan dasar ini dilakukan adalah sebagai serampang dua mata kerana selain untuk memartabatkan bahasa melayu kerana selain memartabatkan bahasa kebangsaan, kerajaan juga tidak meminggirkan aspek penguasaan dan pengukuhan bahasa Inggeris yang menjadi bahasa antarabangsa. (Berita Harian Online, 2009: Oktober 21)










Rujukan
http://gcloud.com/blog/bahasa-inggeris-untuk-sains-dan-matematik/
http://chedet.co.cc/chedetblog/2009/03/pengajaran-dan-pembelajaran-sa.html
http://peguampas.blogspot.com/2007/11/isu-matematik-dan-sains-umno-sedar.html

kemahiran penyoalan (pengajian mikro)

1.0 Pengenalan

Pengajaran mikro diasaskan di Universiti Stanford pada tahun 1963 dalam usaha mencari kaedah latihan terbaik untuk bakal guru. Kini, pengajaran mikro dijalankan di institusi –institusi latihan guru sama ada di universiti atau maktab perguruan sebagai latihan dan persediaan menghadapi suasana pengajaran sebenar di sekolah. Ia merupakan suatu bentuk simulasi pengajaran dan pembelajaran. Sebagai bakal guru, guru pelatih perlu dilengkapkan dengan pelbagai kemahiran yang berkaitan dengan pengajaran. Kemahiran mengajar menjadikan perkara yang penting bagi seseorang bakal guru. Justeru itu, pengajaran mikro menjadi elemen penting dalam memberi latihan kepada bakal guru dalam bentuk latihan praktis bersama rakan-rakan sebelum melangkah ke bilik darjah sebenar.
Pengajaran mikro dihuraikan sebagai suatu sistem kawalan praktis dengan tumpuan kepada tingkah laku pengajaran yang khusus dan berlatih supaya mengajar dalam situasi yang terkawal ( Allen dan Eve,1968). Cooper dan Allen (1971) pula mendefinikan pengajaran mikro sebagai situasi pengajaran yang dikurangkan daripada segi masa dan bilangan pelajar iaitu 4 hingga 20 minit dengan 3 hingga 10 pelajar. Paintal (1980) pula menghuraikan pengajaran mikro sebagai satu teknik latihan yang sangat diperlukan dengan 6 hingga 10 pelajar mengambil masa 5 hingga 10 minit, melibatkan rakaman video dengan memfokuskan kepada kemahiran-kemahiran tertentu. Saiz kelas dikecilkan kepada 6 hingga 10 orang. Secara idealnya murid-murid sekolah yang sebenar patut dibawa ke bilik tempat pengajaran mikro dijalankan. Namun, kekangan dan masalah yang timbul menyebabkan guru pelatih atau rakan sebaya bertindak sebagai murid.
Semasa sesuatu sesi pengajaran mikro, biasanya hanya satu kemahiran mengajar sahaja yang difokuskan. Antara kemahiran-kemahiran yang menjadi focus dalam pengajaran mikro ialah kemahiran memulakan pengajaran (set induksi), kemahiran menyoal, menerang, kemahiran menggunakan papan tulis, kemahiran variasi rangsangan dan banyak lagi. Penyelia atau pensyarah dan rakan-rakan akan memerhati dan menilai pengajaran yang disampaikan oleh guru pelatih. Semasa pengajaran dibuat rakaman video akan dibuat.


2.0 Kemahiran penyoalan
Teknik menyoal merupakan teknik yang penting dalam pengajaran guru. Hamparir semua proses P&P melibatkan penggunaan teknik menyoal. Dalam set induksi kemahiran penyoalan digunakan unuk membantu pelajar mengingat kembali pengetahuan lepas. Seterusnya dalam peringkat penutup, kemahiran penyoalan digunakan untuk menilai pencapaian objektif pelajaran. Kaedah Socrates adalah satu kaedah yang menggunakan satu sirih soalan untuk membinbing pelajar menemui kesimpulan.

3.0 Panduan penggunaan kemahiran penyoalan
Untik menggunakan kemahiran penyyoalan dengan berkesan dalam aktiviti pegajarab, guru haruslah memahami dan mematuhi prinsip-prinsip berikut:

3.1 Pembenbentukan soalan.
Aras soalan hendaklah sesuai mengikut umur, kebolehan dan pengalaman pelajar. Contohnya aras rendah seperti pengetahuan dan pemahaman bagi kanak-kanak prasekolah. Guru haruslah merancang jenis-jenis solalan yang berkaiatan sebelaum aktiviti pengajaran dimulakan. Contoh soalan betul atau salah, isi tepat kosong. Padankan bersesuai dengan kanak-kanak prasekolah.
Seterusnya, perkataan dan istilah yang digunakan haruslah mudah difahami oleh kanak-kanak. Sesuai dengan peringkat umur contohnya istilah yang tidak sesuai di gunakan seperti rumusan, tafsirankan, buat hipotesis dan sebagainya. Bentuk soalan hendaklah diubah dari masa ke semasa untuk menarik minat pelajar. Contohnya siapa, kenapa, bila, apa, dan lain-lain lagi. Bentuk soalan yang mendorong pelajar berfikir. Elakan dari soalan yang mengandungi jawapan sendiri. Bentuk soalan haruslah ringkas, tepat dan jelas.



3.2 teknik mengemukakan soalan
Untuk menggalakkan setiap pelajar memikirkan jawapan, gur haruslah mengemukakan soalan terlebih dahulu, berhenti sekejap untuk memberi masa mereka berfikir, kemudian menyebut namanya supaya menjawab. Tajuk soalan kepada seluruh kelas dab bukan kepada pelajar cerdas sahaja. Elakan memberi soalan mengikut susunan tempat duduk pelajar dalam kelas.
Untuk memastikan semua pelajar mengambil perhatian terhadap jawapan yang diberikan oleh seorang pelajar, guru boleh memenggil seorang pelajar lain. Seterusnya mengulang jawapan pelajar disamping itu juga, untuk menarik minat perhatian pelajar guru hanya menyebut soalan sekali sahaja dengan syarat sebutan guru cukup lantang dan jelas di dengar oleh semua pelajar. Pastikan juga semua pelajar telah bersedia mendengar soalan guru.
3.3 penerimaan jawapan pelajar.
Pujian hendaklah diberikan kepada pelajar yang telah memberi jawapan yang betul untuk menggalakan pelajar berusaha memberi jawapan dengan baik. Elakan amalan mengulangi jawapan pelajar. Ini akan menggalakkan pelajar lain tidak memperdulikan jawapan pelajar yang diberikan oleh pelajar. Jika jawapan yang diberikan adalah baik dan penting, minta pelajar lain mengulangi jawapan itu. Jika pelajar itu kurang lengkap, minta pelajar lain melengkapkannya atau guru boleh member member maklumat kepada jawapannya. Selain itu, jika pelajar tidak boleh menjawab, guru boleh mengubah aras soalan ke peringkat yang lebih rendah atau memberi petua-petua yang berkaitan. Guru hendaklah melarang pelajar lain memberi jawapan secara beramai-ramai. Member jawapan secara beramai-ramai bukanlah tujuan menyoal. Elakkan diri dari pada mengejek pelajar yang member jawapan salah atau jawapan bersifat kurang baik. Ini untuk mendorong pelajar supaya sentiasa berusha dan mencuba menjawab soalan guru.
4.0 objektif penyoalan
Menguji pengatahuan dan kefahaman pelajar. Penilaian terhadap P&P pada hari tersebut dan juga mendapatkan pengalaman sedian ada mereka. Merangsang dan mencungkil fikiran pelajar. Mewujudkan intraksi dua hala dan menggalakan mereka terlibat secara langsung dalam P&P. seterusnya membimbing pelajar menggunakan kaedah inkuiri- penemuan untuk membuat kesimpulan atau menyelesikan sesuatu masalah kompleks. Guru sebagi pembimbing bukan memberi jawapan. Oleh itu, menarik perhatian pelajar supaya menumpuhkan perhatian kepada aktiviti pengajaran guru atau kepada sesuatu penegasan. Keran mereka akan ditanya selepas sesuatu aktiviti.
Seterusnya, menilai keberkesanan pengajaran guru dan pencapaian objektif pelajaran. Guru akan dapat membuat refleksi terhadap proses p&p pada hari itu. Selain itu, membantu kanak-kanak untuk lebih fokus memahami pelajaran dan bersedia untuk setiap latihan yang akan diberikan. Menjalinkan hubungan hubungan baik di antara guru dengan pelajar melalu aktiviti soal jawab. Kanak-kanak tidak akan menggangap guru sebagai orang asing. Membantu pelajar mengukuhkan konsep dan kefahaman yang baru dipelajari pada peringkat akhir pelajaran. Ini dapat menimbulkan minat dan rasa ingin tau pelajar dengan mengemukakan soalan yang mencabar serta dapat mengembangkan kognitif mereka dan mengembangkan daya pemikiran pelajar melalui satu siri soalan terancang serta melibatkan pelajar secara aktif dalm aktiviti pengajaran dan pembelajaran. Guru member contoh serta menggalakkan pelajar supaya berani menyoal apabila mereka ada keraguan atau kurang faham tentang apa yang di ajar oleh guru.
5.0 kesan kemhiran penyoalan kepada P&P
Melalui aktiviti soal jawab, pelajar-pelajar akan melibatkan diri secara aktf dalam aktiviti pembelajaran mereka. Minat pelajar terhadap pelajaran akan bertamabh dan mendorong mereka member perhatian terhadap aktiviti pengajaran guru. Kesannya ialah pelajar dapat belajar lebih menyeluruh dan berkesan.
Seterusnya, daya pemikiran pelajar dapat dikembangkan kepada tahap yang lebih tinggi. Dengan soalan mengujinpengetahuan lepasa pelajar, guru boleh merancang aktiviti pengajaran yang sesuai berdasarkan jawapan pelajar. Kesannya ialah pelajar dapat mengikut pelajaran dengan lebih bermakna dan mudah difahami. Selain itu soalan yang digunakan sebagai aktiviti penilaian akan membolehkan guru mengenal pasti masalah yang dihadapi oleh pelajar. Kesannya ialah membolekan guru merancang aktiviti pengayaan, pemulihan atau aktiviti pengajaran yang selanjutnya dengan lebih berkesan. Melalui aktiviti soal jawab, perhubungan guru dan pelajar dapat dijalin dengan baik. Pelajar akan menyukai pengajaran guru dan tidak merasa segan atau malu untuk bertanya kepada guru apabila mereka menghadapi masalah dalam pembelajaran. Pemyoalan dapat membantu pelajar mengukuhkan konsep-konsep yang baru di pelajari.
6.0 Penyoalan dalam P&P
Kemahiran Menyoal Kemahiran menyoal boleh menjadi salah satu teknik pengajaran dan pembelajaran yang efektif di bilik darjah untuk menggalakkan interaksiantara guru dan murid serta murid dan murid. Penyoalan dapat merangsang murid berfikir secara kritis, analitis, dan mendapat maklum balas yang logik dan tepat.
Tambahan pula penyoalan dapat membantu menghubungkan di antara guru dengan murid dan
menyatukan ahli-ahli kumpulan melalui interaksi.

6.1 teknik penyoalan
Pembelajaran boleh dirangsang melalui teknik penyoalan. Teknik ini membolehkan guru menilai maklum balas secara berterusan. Oleh itu,adalah perlu guru merancang terlebih dahulu bentuk soalan yang hendak dikemukakan dan guru tidak harus terikat sepenuhnya dengan soalan-soalan secara spontan. Soalan-soalan yang ada kaitan dengan minat murid juga boleh digunakan.
Pembelajaran boleh dirangsang melalui teknik penyoalan. Teknik ini membolehkan guru menilai maklum balas secara berterusan. Oleh itu,adalah perlu guru merancang terlebih dahulu bentuk soalan yang hendak dikemukakan dan guru tidak harus terikat sepenuhnya dengan soalan-soalan secara spontan. Soalan-soalan yang ada kaitan dengan minat murid juga boleh digunakan. Memandangkan penyoalan adalah cara yang berkesan untuk menggalakkan penyertaan murid secara aktif, guru perlu menggunakan soalan sekerap mungkin. Penyoalan boleh digunakan pada peringkat permulaan,perkembangan dan peringkat penutup pelajaran.


6.2 Peringkat Permulaan Pembelajaran
Pada peringkat ini soalan digunakan untuk: mencungkil pengetahuan yang sedia ada pada murid mengaitkan pelajaran lepas dengan pelajaran baru menumpukan perhatian serta minat murid pada pelajaran yang akan dipersembahkan.


6.3 Peringkat Perkembangan Pembelajaran
Pada peringkat ini soalan digunakan untuk: menduga kefahaman murid mengenai bahan pelajaran yang dibincangkan memastikan penyertaan murid yang aktif mengekalkan minat murid serta tumpuan perhatian mereka.

6.4 Peringkat Penutup
Soalan pada peringkat penutup digunakan untuk membuat rumusan pelajaran menguji kefahaman murid secara menyeluruh. Pada umumnya turutan menyoal di dalam kelas boleh dijalankan sepertiyang berikut:
i. a.guru mengemukakan soalan kepada murid
ii. guru memberi masa untuk murid menjawab
iii. guru boleh tujukan soalan tersebut kepada semua murid di kelas
iv. guru boleh memanggil murid tertentu menjawab
v. guru memberi perhatian kepada jawapan yang dikemukakan dan seterusnya ajukan
vi. jawapan murid tersebut kepada murid lain.
vii. Pastikan ramai murid dapat mengambil bahagian dalam aktiviti pelajaran.
viii. Di samping itu soalan elok dikemukakan mengikut turutan yang logik dan
ix. jawapan murid diulangi untuk menunjukkan pentingnya jawapan yang
x. lebih mendalam dan dapat menjelaskan `mengapa’ dan `bagaimana’. Beri
xi. pertimbangan kepada soalan-soalan `fakta’ dan soalan-soalan yang
xii. memerlukan `pemikiran’.
xiii. Pada umumnya soalan boleh dibahagikan kepada soalan menumpu dan soalan mencapah.
xiv. Soalan-soalan ini digunakan untuk tujuan tertentu.





i.Soalan Menumpu
Jenis soalan ini berdasarkan kepada susunan beberapa soalan secara bersiri.Soalan jenis ini bertujuan untuk menumpukan idea atau hujah yang hendak diketengahkan.•Contoh:
1. Nyatakan 2 peringkat perkembangan penentangan Dol Said di Naning?
2. Namakan 3 tokoh yang terlibat di dalam penentangan Dol Said di Naning?
3. Perihalkan 2 peringkat perkembangan penentangan Dol Said di Naning
4. Terangkan bagaimana British boleh memenangi peperangan kali kedua ke atas Naning?


ii. Soalan Mencapah

Soalan jenis ini memerlukan daya pemikiran yang kritis, analitis dan rasional murid sebelum memberikan jawapan. Ia bertujuan untuk mengalihkan perhatian murid dari satu hujah kepada hujah yang lain yang ada kaitan dengan hujah awal supaya pemahaman murid bertambah luas. Contoh Mengapakah pada awal kebangkitan menentang penjajah tidak ramai orang menyertai penentangan tersebut? Ceritakan apa akan berlaku jika penentangan berlaku serentak di seluruh Negeri-Negeri melayu Bersekutu?Pada pendapat anda, berikan alasan kesan daripada kebangkitan Hj Abdul Rahman Limbong di Terengganu pada tahun 1928.









Kesimpulan

Untuk menjalankan sesustu sesi pengajaran mikro, guru pelatih yang terlibat boleh memilih salah satu daripada kemahiran-kamahiran mengajar tersebut di atas dan merancang satu persedian mengajar berdasarkan prinsip objektif dan kompenen-kompenen kemahirannya berdasarkan kesesuaian masa bagi sesuatu kemahiran. Guru menggunakan pelbagai pengukuhan lisan memuji,menggalak dan bukan lisan untuk menggalakkan penglibatan murid dalam pelajaran. Dengan latihan pengajaran mikro yang terancang, kemahiran-kemahiran asas di atas dapat dihayati dan dikuasai oleh guru. Kemahiran-kemahiran ini kemudiannya dapat diaplikasikan semasa pengajaran di dalam bilik darjah sebenar.


Dalam bidang pendidikan kemahiran pengajaran dan pembelajaran merupakan kekuatan dan keberkesanan dalam menyampaikan ilmu. Seringkali dikaitkan guru yang tidak efektif kerana penyampaian pengajaran dan pembelajarannya tidak difahami dan tidak menarik minat pelajar. Keberkesanan pengajaran guru bergantung kepada ilmu guru,gaya penyampaian dan teknik yang digunakan dalam pengajaran dan pembelajaran.Untuk memperolehi kecekapan dalam pengajaran makro seseorang bakal guru itu perlu melalui prosidur latihan untuk memudahkan bakal guru menghadapi situasi sebenar di sekolah. Maka disarankan setiap bakal guru memahirkan diri dalam pengajaran mikro. Oleh itu, sebagai guru pelatih semua kemahiran-kemahiran ini perlu diketahui dan dipraktikkan supaya apabila berda di kelas yang sebenar, tidak akan mempunyai masalah untuk melakukannya. Selain itu, pelaksanaannya juga mestilah mengikut peringkat yang telah ditetapkan untuk memudahkan pelaksanaan pengajaran mikro.






Rujukan
Modul Konsep Pengajaran Mikro Hj Daut Yusup, Fakulti Pendidikan dan Pengajian Bahasa. Unisel, 2010
Pedagogi Shahabuddin Hasim
Mok Soon Seng (1992). Pedagogi 2: Strategi pengajaran pembelajaran
mikro. Kuala Lumpur: Kumpulan Budiman.
Rashidi Azizan dan Abdul Razak Habib (1995). Pengajaran dalam bilik
darjah, kaedah & strategi. Kajang: Masa Enterprise.